Art Original
“representasi Interaksi Sosial Korban Kekerasan Seksual Pada Film 2037 (semiotika John Fiske)”
Film merupakan bagian dari media massa yang sifatnya sangat kompleks yang mana film itu sendiri terdiri dari audio dan visual. Keunikan karakteristik dari film sering digunakan dengan berbagai tujuan, pada intinya film bermanfaat menyampaikan informasi, mendidik, menghibur dan mempengaruhi khalayak, tetapi seiring berkembangnya dunia perfilman, mulailah munculnya film yang mengumbar seks, criminal dan kekerasan. 2037 merupakan film disutradarai oleh Mo Hong-Jin yang mengangkat tema tentang kekerasan dan pelecehan seksual yang terjadi kepada seorang gadis yang berusia 19 tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana representasi dampak interaksi sosial kekerasan seksual dalam film 2037. Penelitian ini menggunakan kajian isi kualitatif dengan analisis semiotika John Fiske dengan 3 tahapan representasi, pada tahap petama adalah realitas yang terdiri dari kostum, perilaku, ekspresi, dan lingkungan. Pada tahap kedua yaitu representasi yang terdiri dari teknik pengambilan gambar berdasarkan sudutnya dan teknik kamera berdasarkan jaraknya. Dan pada tahap yang ketiga adalah ideologi, melihat pada interaksi sosial yang terjadi pada korban kekerasan seksual. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa kekerasan seksual sangat berdampak kepada korbannya sehingga dapat menimbulkan stress dan trauma yang berkepanjangan, selain itu korban kekerasan seksual akan menyakiti dirinya sendiri dan bahkan mencoba untuk mengakhiri hidupya.
No other version available