Art Original
Efektifitas Batupasir Di Desa Merangin, Kampar Dan Andesit Di Desa Pangkalan, Lima Puluh Kota Untuk Campuran Bahan Konkrit
Secara Geografi daerah penelitian pertama berada di Desa Merangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau dengan koordinat 0°17'43.39"N dan 100°53'13.84"E . Pada daerah penelitian kedua berada di Desa Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Kotobaru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat dengan koordinat 0°04'27.40"N dan 100°44'31.05"E. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil dari Petrografi, XRF (Geokimia) dan Uji Kuat Tekan (Uniaxial Strength). Dari analisa ini terdiri 7 sampel dimana 3 sampel batupasir dan 4 sampel andesit. Pada uji petrologi dan petrografi pada sampel batupasir pada titik 1 sampai titik 3 di dapatkan penamaan petrografi batupasir berdasarkan klasifikasi Pettijohn (1975) yaitu Greywake. Pada uji petrologi dan petrografi pada sampel andesit pada titik 1 sampai titik 4 di dapatkan penamaan petrografi Andesit berdasarkan klasifikasi IUGS (1973) yaitu Andesit. Pada Uji XRF batupasir memiliki nilai SiO2 rata-rata yang paling banyak. Pada grafik menunjukan unsur yang paling banyak terdapat pada batupasir yaitu SiO2 64,63% dan unsur yang paling sedikit yaitu MnO 0,00% dan Na2O 0,51%, Pada Uji XRF andesit memiliki nilai SiO2 rata-rata yang paling banyak. Pada grafik menunjukan unsur yang paling banyak terdapat pada batupasir yaitu SiO2 44,66% dan unsur yang paling sedikit yaitu MnO 0,20% dan Na2O 0,61% dan pada uji kuat tekan (Uniaxial Strength) didapatkan hasil uji kuat tekan beton dengan nilai rata-rata untuk batupasir 11.70 Mpa dan andesit berada pada nilai 19.25 Mpa. Yang mempengaruhi uji kuat tekan pada suatu campuran bahan beton adalah ikatan antar butiran. Dari segi kekuatan ukuran andesit yang berbentuk belah lebih berpengaruh terhadap uji kuat tekan pada campuran beton dibandingkan batupasir karena sifatnya yang saling mengunci.
No other version available