Art Original
Analisis Kinerja Demulsifier Sintetis Versus Demulsifier Organik Terhadap Salinitas Dalam Memecahkan Emulsi Water In Oil Pada Minyak Bumi Lapangan X
Selama proses produksi berlangsung saat fluida dialirkan dari suatu sumur menuju stasiun pengumpulan sering terjadi percampuran air dengan minyak yang disebut dengan emulsi. Emulsi ini mempengaruhi kualitas dari minyak bumi dan dapat memberikan efek buruk terhadap peralatan produksi, karena mengandung butiran air yang mengandung garam yang tidak diinginkan. Untuk dapat mengatasi masalah emulsi dilakukan proses demulsifikasi menggunakan bahan kimia yaitu demulsifier dengan menggunakan metode bottle test, yang dilakukan untuk mendapatkan demulsifier yang tepat dalam mengatasi emulsi minyak bumi dilapangan X. Penelitian ini dilakukan untuk melihat chemical yang cocok digunakan pada lapangan X dan mengetahui kinerja antara demulsifier sintetis dan demulsifier organik terhadap salinitas NaCl dan KCl. Temperatur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 60?C dalam waktu pemantauan selama 120 menit. Melalui hasil yang didapatkan, penelitian ini menunjukan bahwa demulsifier yang cocok dalam memecahkan emulsi pada metode bottle test adalah demulsifier organik karena menghasilkan pemisahan air sebanyak 50 ml pada konsentrasi 1 ml NaCl 10000 ppm dan 5 ml KCl 1000 ppm selama waktu pemisahan 120 menit. Kemudian untuk hasil pemisahan BS&W, demulsifier yang paling cocok dalam memecahkan emulsi adalah demulsifier sintetis dengan konsentrasi 3 ml KCl pada 10000 ppm yang menghasilkan nilai yaitu 0,33%.
No other version available