Art Original
Pengaruh Komposisi Bio Inhibitor Ekstrak Daun Ketapang ( Terminalia Catappa ) Pada Laju Korosi Baja Astm A36 Dalam Media Air Garam
Baja ASTM A36 merupakan baja yang memiliki kandungan karbon rendah. Permasalahan yang sering terjadi pada baja adalah korosi. Ada berbagai cara yang telah dilakukan untuk mengurangi laju korosi pada logam salah satunya dengan penambahan inhibitor korosi. Pohon ketapang merupakan salah satu jenis tumbuhan yang digunakan inhibitor korosi karena mengandung tanin pada daunnya. Tanin sendiri merupakan senyawa kompleks yang dapat digunakan sebagai inhibitor untuk melindungi logam dari korosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi bio inhibitor ekstrak daun ketapang pada laju korosi baja ASTM A36 dalam media air garam. Metode pengukuran laju korosi yang digunakan adalah metode kehilangan berat. Komposisi bio inhibitor digunakan sebanyak 0 ppm, 1500 ppm, 2000 ppm, 2500 ppm, 3000 ppm dan direndam selama 25 hari dan laju korosi dihitung setiap hari ke 5, 10, 15, 25. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai laju korosi semakin menurun dengan seiringnya penambahan jumlah kosentrasi inhibitor dan laju korosi akan semakin naik seiring dengan penambahan waktu perendamannya. Nilai laju korosi terendah yang terjadi pada waktu 25 hari terdapat pada kosentrasi 3000 ppm yaitu 0,0879 mm/y, waktu 15 hari terjadi pada kosentrasi 3000 ppm yaitu 0,0771 mm/y, waktu 10 hari terjadi pada kosentrasi 3000 ppm yaitu 0,0751 mm/y, waktu 5 hari terjadi pada kosentrasi 3000 ppm yaitu 0,0693 mm/y. Nilai efisiensi inhibitor akan meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah kosentrasi inhibitor yang diberikan. Efisiensi inhibitor tertinggi terjadi pada kosentrasi 3000 ppm dengan waktu perendaman selama 25 hari yaitu 76,24%.
No other version available