Art Original
Penentuan Prioritas Kawasan Resapan Air Kabupaten Siak
Kawasan resapan air dibutuhkan untuk menjaga ketersediaan air pada suatu wilayah. Kerusakan kawasan resapan air akan menyebabkan terganggunya keseimbangan air. Tingginya konversi lahan di Kabupaten Siak mengakibatkan berkurangnya kawasan resapan air. Rehabilitasi kawasan resapan tidak dapat dilaksanakan sekaligus, karena adanya keterbatasan waktu dan biaya. Sehingga, ditetapkan beberapa daerah resapan yang diprioritaskan penanganannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan prioritas kawasan resapan air di Kabupaten Siak berdasarkan analisis tingkat kekeritisan kawasan resapan air, supply and demand air, dan water balance. Penelitian ini menggunakan peta jenis tanah, intensitas curah hujan, kemiringan lereng dan penggunaan lahan untuk mengidentifikasi tingkat kekritisan kawasan resapan. Neraca air dihitung dengan menggunakan metode Thornthwhite Mather berdasarkan hasil perhitungan ketersediaan air pada setiap sub DAS dengan metode Ffolliot, serta hasil perhitungan kebutuhan air domestik dan non domestik berdasarkan SNI 19-6728.1-2002. Prioritas kawasan resapan air didapatkan dari hasil Overlay antara peta tingkat kekritisan kawasan resapan dengan peta neraca air. Hasil identifikasi kekritisan kawasan resapan air di Kabupaten Siak menunjukkan nilai potensi baik (52,13%), normal alami (21,42%), mulai kritis (21,59%), agak kritis (4,2%), dan kritis (0,66%). Sedangkan hasil analisis neraca air di Kabupaten Siak secara keseluruhan mengalami surplus pada setiap bulannya, dengan jumlah ketersediaan air sebanyak 36.594.685.657.974 liter/tahun dan jumlah kebutuhan air sebanyak 31.141.549.307 liter/tahun. Keseluruhan hasil penelitian menunjukkan prioritas pengembangan kawasan resapan air terletak di Kecamatan Kandis (3 Sub DAS), Sungai Apit (22 Sub DAS), dan Dayun (9 Sub DAS), sedangkan prioritas penanganan kawasan resapan air terletak di Kecamatan Sabak Auh dan Bunga Raya (3 Sub DAS)
No other version available