Art Original
Pengaruh Serbuk Bambu Sebagai Pengganti Sebagian Agregat Halus Terhadap Daya Serap Air Dan Kuat Tekan Paving Block
Seiring dengan pertumbuhan industri konstruksi saat ini maka tidak dipungkiri diikuti juga dengan penemuan serta inovasi teknologi bahan material konstruksi salah satunya yaitu paving block. Penelitian ini mencoba memanfaatkan potensi alam yaitu serbuk bambu pada pembuatan paving block karena bambu memiliki kekuatan yang cukup tinggi, tahan terhadap tekanan dan memiliki daya serap yang baik, karena memiliki kandungan lignin dan silika. Kandungan tersebut berfungsi sebagai pengikat, ketahanan, kekakuan, serta kekuatan. Selain itu penelitian ini dilakukan agar limbah dari bambu tidak terbuang dan dapat dimanfaatkan secara optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh serbuk bambu sebagai bahan pengganti agregat halus terhadap kuat tekan dan daya serap air. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan melakukan penelitian dilaboratorium dan pabrik paving block yang mengacu pada SNI 03-0691-1996 dengan benda uji paving block berukuran 10,5cm x 10,5cm x 6cm dengan variasi penambahan serbuk bambu 0%, 30%, 35%, dan 40% terhadap agregat halus. Setiap variasi dibuat 6 benda uji sampel dengan pengujian daya serap dan kuat tekan paving block dilakukan setelah umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan nilai kuat tekan rata-rata paving block pada variasi 0% sebesar 193,55 kg/cm2 , variasi 30% sebesar 97,96 kg/cm2 , variasi 35% sebesar 106,22 kg/cm2 dan variasi 40% sebesar 121,5 kg/cm2 . Sedangkan daya serap air rata-rata pada paving block pada variasi 0% sebesar 5,87%, variasi 30% sebesar 6,08%, variasi 35% sebesar 7,80%, dan variasi 40% sebesar 7,29%.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka variasi 30%, 35%, dan 40% memenuhi syarat mutu D untuk kuat tekan yang digunakan untuk taman serta untuk daya serap airnya berada pada mutu C yang digunakan untuk pejalan kaki.
No other version available