ETD - UIR

Electronic Thesis and Dissertation

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
    Member Login Online Registration
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject NPM Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Formulasi Bioethanol Dari Limbah Kulit Nanas Dan Penambahan Additive Toluene Sebagai Wax Inhibitor
Bookmark Share

Art Original

Formulasi Bioethanol Dari Limbah Kulit Nanas Dan Penambahan Additive Toluene Sebagai Wax Inhibitor

Fadilul Fadly - Personal Name; Muhammad Khairul Afdhol, - Personal Name;

Permasalahan deposisi wax paraffin merupakan salah satu masalah kepastian aliran yang terjadi padai industri migas yang menyebabkan penyumbatan selama proses produksi minyak. Untuk menanggulangi permasalahan tersebut dapat menggunakan metode chemical yaitu menginjeksi wax inhibitor. Salah satu wax inhibitor yang efektif yaitu solvent. Jadi penelitian ini bertujuan untuk melakukan formulasi pembuatan solvent bioetanol melalui rekayasa biomasa yaitu limbah kulit nanas. Untuk pembuatan solvent bioetanol melalui beberapa metode yaitu pretreatment, hidrolisis yang bertujuan mengkonversi selulosa menjadi glukosa dengan bantuan katalis asam HCl, fermentasi yang betujuan mengkonversi glukosa menjadi bioetanol dengan bantuan ragi saccaromyces cerevisiae dan terakhir destilasi. Hasilnya pada proses hidrolisis dengan variasi konsentrasi HCl 1M, 2M, 3M, 4M dan 5M menghasilkan glukosa 7 Brix, 16 Brix, 20 Brix, 21 Brix dan 24 Brix. Dan dengan variasi waktu pemanasan 1 jam sampai 5 jam kadar glukosa terus meningkat hingga mencapai titik optimum pada waktu 3 jam sebesar 24 Brix setelah itu kadar glukosa menurun. Hasil fermentasi dengan variasi waktu 1 hari sampai 6 hari didapatkan kadar bioetanol terus meningkat hingga pada titik optimum pada fermentasi selama 3 hari sebesar 16% dan setelah itu kadar bioetanol menurun. Bioetanol 16% dicampur kedalam waxy crude oil dengan nilai pour point 43°C, dan hasilnya mampu menurunkan nilai pour point sebesar 2-3°C. Untuk meningkatkan penurunan pour point bioetanol dicampur dengan solvent komersil yaitu toluene, dan hasilnya mampu menurunkan nilai pour point sebesar 6-7°C. Jadi dapat disimpulkan bahwa pencampuran bioetanol dan toluene yang dijadikan solvent dapat menghambat deposisi wax paraffin.


Availability
#
Teknik Perminyakan (Fakultas Teknik) Perminyakan 553.2 Fad f
25377
Available but not for loan - ETD
Detail Information
Call Number
553.2
Language
Indonesia
NPM
163210308
Publisher
Teknik Perminyakan : Universitas Islam Riau., 2021
Keyword(s)
Formulasi Bioethanol
Additive Toluene
Wax Inhibitor
Other Information
Petugas
Teguh
Other version/related

No other version available

File Attachment
  • Please login to see this attachment
Comments

You must be logged in to post a comment

ETD - UIR
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?