Art Original
Analisis Usahatani Dan Evaluasi Investasi Perkebunan Karet Rakyat Di Kecamatan Batang Peranap Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau
Analisis Usahatani Dan Evaluasi Investasi Perkebunan Karet Rakyat Di Kecamatan Batang Peranap Kabupaten Indragiri Hulu. Penelitian ini di bimbing oleh Bapak Prof. Dr. Hamdi Agustin, SE., MM dan Bapak Dr, Azharuddin M Amin, M. Sc Penilaian Evaluasi investasi di perlukan dalam rangka keberlangsungan suatu usaha dengan tujuan: 1) menganalisis karakteristik petani karet, 2) menganalisis teknis budidaya dan usahatani karet 3) menganalisis kelayakan finansial perkebunan karet. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Survei dengan pengambilan daerah penelitian di Kecamatan Batang Peranap Kabupaten Indragiri Hulu secara sengaja (purposive) dengan sampel dalam penelitian ini sebanyak 45 jiwa. Metode analisis yang digunakan yakni metode kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan jenis data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Rata-rata umur petani karet masih berada pada usia produktif yakni 51 tahun, tingkat pendidikan petani 8 tahun, jumlah tanggungan keluarga berjumlah 4 jiwa dan pengalaman berusahatani selama 20 tahun. 2) Secara teknologi budidaya kegiatan budidaya usahatani karet sudah sesuai menurut standar dari Kementrian Pertanian Republik Indonesia, 3. Pengunaan faktor produksi usahatani karet anatara lain: rata-rata luas lahan 1,39 ha, tenaga kerja 131,20 HOK/garapan/tahun, pupuk 329,32 kg/garapan/tahun, pestisida 4,13 liter/garapan/tahun dan peralatan 1.288 unit/garapan/tahun.Biaya produksi: biaya tetap Rp.617.191,11/garapan/tahun, biaya tidak tetap Rp. 6.691.701,41/garapan/tahun, pruduksi 1.400 kg/garapan/tahun harga jual Rp. 9.760 dengan pendapatan kotor Rp. 13.664.000,00/garapan/tahun, pendapatan bersih Rp.6.355.107,48 /garapan/tahun dan efisiensi RCR 1,87. 3). Hasil analisis evaluasi kelayakan finansial saat ini masih layak untuk diusahakan dengan hasil perhitungan NPV diperoleh nilai positif Rp. 15.860.236,09, Net B/C 1,39 dan IRR 12,3>12% dan Payback Period 7 tahun. Hasil sensitivitas menunjukkan secara umum usahatani budiaya karet sangat sensitive terharap penurunan produksi 10% dan biaya operasional naik 10% hal ini ditunjukkan dengan 1 kriteria investasi yang tidak terpenuhi. Analisis GVM menunjukkan adanya peningkatan pendapatan emas yang diinvestasikan dari 9,78 gram menjadi 12,33 gram sedangkan hasil perhitungan GI menunjukkan bahwa nilai GI yang dihasilkan lebih dari satu yakni senilai 1,26 maka usaha buddiaya karet di Kecamatan Batang Peranap Kabupaten Indragiri Hulu masih layak untuk dijalankan hingga tahun 2029 karna masih memiliki laba bersih yang bernilai positif.
No other version available