Art Original
Implementasi Program Inovasi Omasuka Dalam Penanggulangan Stunting Di Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis Tahun 2023
Tingginya prevalensi stunting yang terjadi di Kecamatan Mandau selama beberapa tahun terakhir menjadi dasar munculnya inovasi program penanggulangan stunting melalui Omasuka (Ojek Makanan Sehat Khusus Balita). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi program Inovasi Omasuka dalam Penanggulangan Stunting di Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis Tahun 2023 beserta faktor penghambatnya. Teori menggunakan model implementasi Van Meter dan Van Horn. Metode penelitian ini adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi dianalisis dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa; (1) Program inovasi Omasuka belum mampu menanggulangi stunting yang terjadi di Kecamatan Mandau, dimana prevalensi stunting selama tiga tahun terakhir cenderung meningkat. Implementasi Omasuka ini meski sudah disosialisasikan namun pelaksanaannya sampai saat ini belum teratur karena masih bergantung pada anggaran yang dimiliki Kecamatan sementara untuk ditingkat Kelurahan sulit diawasi. Sasaran program Omasuka ini ditargetkan untuk balita terindikasi stunting sesuai lokus kelurahan di tahun 2023, dan seharusnya diprioritaskan untuk balita yang berasal dari masyarakat kurang mampu. Pemerintah Kecamatan Mandau sudah berupaya menyediakan driver, dan juga keterlibatan stakeholder dalam loka karya mini penanggulangan stunting. Minimnya dukungan khususnya dari pihak swasta ditandai dari belum adanya kerjasama yang terjalin dalam penanggulangan stunting lewat forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Kondisi sosial adat istiadat masyarakat yang masih mempercayai tenaga non-kesehatan, sanitasi dan mandi cuci kakus yang kurang baik, ditambah keadaan ekonomi masyarakat yang belum mampu memperoleh makanan bergizi secara rutin sehingga pada akhirnya program Omasuka ini belum mampu memberikan dampak nyata untuk penanggulangan stunting di Kecamatan Mandau. (2) Faktor penghambat terdiri dari rendahnya minat orangtua untuk membawa anak ke posyandu, terbatasnya anggaran, minimnya komunikasi antar organisasi pelaksana Omasuka dan masih minimnya pemahaman Kader Posyandu di Kelurahan.
No other version available