Art Original
Pemetaan Tingkat Kerusakan Gedung Smp Islam Ylpi Marpoyan Kota Pekanbaru
Gedung sekolah berperan sebagai komponen utama dalam penilaian kualitas lembaga pendidikan. Kelayakan kondisi fisik bangunan beserta kelengkapan sarana dan prasarana menjadi tolok ukur mutu sekolah. Berbagai permasalahan struktural yang sering dijumpai antara lain perembesan air pada dinding, pengelupasan lapisan cat, keretakan lantai, serta keruntuhan bagian struktur. Kerusakan tersebut mengakibatkan terhambatnya proses pembelajaran dan berkurangnya kenyamanan pengguna gedung. Penurunan kualitas bangunan terjadi ketika elemen struktur mengalami pengurangan kekuatan dan ketahanan akibat kombinasi beban internal dan eksternal yang melebihi kapasitas maksimum gedung. Tujuan dari penelitian ini mengidentifikasi dan menghitung persentase tingkat kerusakan gedung SMP Islam YLPI Marpoyan Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif yang melibatkan pengamatan langsung dan pengukuran untuk mengetahui bagaimana bentuk kerusakan pada gedung tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, meliputi data primer dan data sekunder, pada objek penelitian yang ditinjau. Analisis data menggunakan panduan Kemendikbud 2015 dan panduan Kemendikbud 2023 sebagai acuan. Pemetaan kerusakan dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak AutoCAD 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan mengalami kerusakan ringan dengan total persentase kerusakan sebesar 0,68%, dengan kerusakan paling besar ditemukan sebesar 1,05% pada gedung A dan 0,84% pada gedung B. Komponen struktural dan non-struktural lainnya seperti pondasi, balok, pelat lantai, tangga, atap, serta instalasi listrik, air bersih, dan drainase limbah tidak menunjukkan adanya kerusakan yang terdeteksi. Berdasarkan Panduan Kemendikbud mengenai Tata Cara Identifikasi dan Pemeliharaan Sarana Prasarana Tahun 2023, persentase kerusakan ini masih tergolong dalam kategori kerusakan ringan, karena nilai ? 30%.
No other version available