Art Original
Pengaruh Penggunaan Abu Bambu Terhadap Nilai Cbr Dan Kuat Geser Tanah Lempung
anah lempung merupakan salah satu tanah yang mempunyai sifat yang kurang baik, jenis tanah ini mempunyai daya dukung yang rendah, sifat kembang susut yang besar dan sifat yang sangat kohesif serta deformasi yang terjadi sangat besar. Untuk itu, perlu dilakukannya perbaikan tanah guna mendapatkan kuat dukung tanah yang lebih baik. Salah satu bahan tambah untuk meningkatkan daya dukung tanah dengan cara penambahan abu bambu. Abu bambu mengandung silika (Si02), silika bagus untuk memperbaiki tanah karena silika mengandung unsur kapur bebas yang dapat mengeras dengan sendirinya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui nilai CBR (California Bearing Ratio) tanah lempung pada penambahan abu bambu dan mengetahui nilai kuat geser tanah lempung pada penambahan abu bambu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan melakukan penelitian di laboratorium. Dengan melakukan pengujian pada tanah asli dan pengujian pada tanah campuran. Pengujian pada tanah asli meliputi pengujian sifat mekanis tanah asli dan pengujian nilai CBR tanah asli, serta menguji nilai kuat geser. Pengujian tanah campuran merupakan pengujian yang dilakukan seperti tanah asli namun diberikan variasi campuran penambahan abu bambu sebanyak 0%, 5%, 10% dan 15%. Pengaruh dari penambahan abu bambu pada tanah lempung dapat meningkatkan nilai CBR. Pada pembacaan 0,1” Nilai CBR tanah asli sebesar 6,30% mengalami kenaikan pada pemeraman 1 hari diseluruh persentase penambahan abu bambu, Kemudian nilai CBR pada pemeraman 4 hari juga mengalami kenaikan, sedangkan CBR pada perendaman 4 hari mengalami penurunan. Hal serupa terjadi pada pembacaan 0,2”. Pengaruh dari penambahan abu bambu pada tanah lempung terhadap kuat geser, semakin besar penambahan abu bambu terhadap tanah maka semakin besar kuat geser yang dihasilkan. bahwa semakin tinggi nilai persentase penambahan abu bambu maka semakin kecil nilai kohesi yang dihasilkan. Sedangkan sudut geser yang terjadi semakin besar, sehingga nilai kuat geser semakin kecil. Dimana nilai kuat geser terkecil terjadi pada pencampuran abu bambu sebanyak 15% sebesar -0,5281 kN/m2
No other version available