Art Original
Pemanfaatan Ampas Kopi Kering Sebagai Modifikasi Campuran Sebagian Semen Terhadap Kuat Tekan Dan Daya Serap Air Pada Pembuatan Paving Block
Penggunaan ampas kopi kering sebagai bahan substitusi terhadap semen, pada campuran paving block sangat berpengaruh terhadap nilai kuat tekan yang dihasilkan. Indonesia merupakan salah satu negara yang dinilai memiliki berbagai peminat kopi yang cukup tinggi sehingga memunculkan berbagai sisa ampas kopi yang dapat diolah menjadi bahan tambah maupun bahan campuran dari paving block. Selain itu penggunaan ampas kopi kering juga akan membantu dalam mengurangi limbah tidak terpakai terkhusus ampas kopi kering yang berasal dari hasil sisa buangan café, coffee shop¸restoran dan tempat umum lain yang memiliki menu kopi. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemakaian ampas kopi kering terhadap kuat tekan paving block dan juga untuk mengetahui pengaruh pemakaian ampas kopi kering terhadap daya serap air pada paving block. Pada penelitian sebelumnya (Alkhaly & Syahfitri, 2017) sudah melakukan penelitian bertajuk “Studi Eksperimen Penggunaan Abu Ampas Kopi Sebagai Material Pengganti Parsial Semen Pada Pembuatan Beton”. Penelitian ini menjelaskan bahwa ampas kopi mampu meningkatkan mutu kuat tekan beton dimana untuk campuran beton normal diperoleh tanpa substitusi abu ampas kopi didapat sebesar 25,406 MPa sedangkan ketika ditambah persentase abu ampas kopi sebesar 5% diperoleh kuat tekan sebesar 26,085 MPa. Maka dari itu, peneliti ingin melakukan inovasi pembuatan paving block dengan penambahan ampas kopi kering sebagai substitusi semen. Lokasi pemeriksaan material dan pengujian paving block dilakukan di Laboratorium Struktur Material dan Komputer Universitas Islam Riau Pekanbaru.. Lokasi pembuatan dan perawatan paving block dilakukan pada pabrik pencetakan paving block PT. Putra Salman Jalan Arifin Achmad. Waktu penelitian dilaksanakan pada awal bulan maret 2024 sampai selesai masa perawatan 28 hari. Nilai kuat tekan rata – rata paving block yang diperoleh dari hasil uji kuat tekan terhadap sampel uji dengan penggunaan ampas kopi kering sebagai pengganti sebagian semen mengalami penurunan. Pada variasi 0% diperoleh kuat tekan sebesar 28,5 MPa sesuai dengan perencanaan mutu kelas B. Pada variasi campuran 5% diperoleh kuat tekan 7,7 MPa sehingga berdasarkan standar SNI 03-0961-1996 bahwa untuk variasi campuran 5% tidak memenuhi standar mutu kelas D. Pada variasi campuran 10% diperoleh kuat tekan sebesar 0,5 MPa sehingga berdasarkan standar SNI 03-0961-1996 bahwa untuk variasi campuran 10% tidak memenuhi standar mutu kelas D. Pada variasi campuran 15% diperoleh kuat tekan sebesar 0,2 MPa, sehingga berdasarkan standar SNI 03-0961-1996 bahwa untuk variasi campuran 15% tidak memenuhi standar mutu kelas D. Nilai penyerapan air paving block yang diperoleh berdasarkan hasil uji daya serap terhadap sampel paving block dengan penambahan ampas kopi kering pada variasi 0% diperoleh persentase daya serap air sebesar 7,9% sesuai dengan perencanaan mutu kelas C. Pada variasi campuran 5% diperoleh persentase daya serap air sebesar 10% sesuai dengan perencanaan mutu kelas D. Pada variasi 10% diperoleh persentase daya serap air sebesar 12,97% sehingga berdasarkan standar SNI 03-0961-1996 bahwa untuk variasi campuran 10% tidak memenuhi standar mutu kelas D. Pada variasi 15% diperoleh persentase daya serap air sebesar 15,71% sehingga berdasarkan standar SNI 03-0961-1996 bahwa untuk variasi campuran 10% tidak memenuhi standar mutu kelas D.
No other version available