Art Original
Evaluasi Jaringan Irigasi Tersier Untuk Memenuhi Kebutuhan Air Pada Tanaman Padi Desa Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu
Irigasi berperan penting dalam optimalisasi pemanfaatan sumber daya air, berfungsi sebagai penyedia, pengatur, dan penyalur air untuk mengatasi masalah ketersediaan air di lahan pertanian. Efisiensi dan efektivitas sistem irigasi sangat mempengaruhi hasil produksi pertanian dan ketahanan pangan nasional. Daerah Irigasi Kelayang adalah daerah produksi padi bagi Kabupaten Indragiri Hulu, dengan pengawasan dan pelaksanaan oleh Kantor Wilayah Sungai Sumatera III. Luas potensialnya 3.020 Ha, namun yang fungsional hanya 448,20 Ha, terletak di Desa Kelayang dan Lubuk Sitarak (PUPR). Permasalahan utama adalah alokasi saluran tersier yang tidak tepat, eksploitasi, evapotranspirasi, serta kendala teknis seperti kondisi bangunan irigasi yang tidak terawat, sedimentasi di saluran, dan distribusi air yang tidak merata Sehingga kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besaran kebutuhan air serta debit saluran (Tersier) pada areal pertanian seluas ±448,20 Ha. Dalam penelitian ini Metode yang digunakan untuk menghitung analisis evaporasi ialah dengan metode Hargreaves yang analisisnya menggunakan data hidrologi dan klimatologi seperti curah hujan, suhu udara, penyinaran matahari, kelembapan udara dan koefisien siang hari bulanan. Metode yang di gunakan untuk menganalisis dimensi saluran pada jaringan irigasi Kelayang adalah Metode Strikler (Trapesium) dan Metode Manning (Persegi). Berdasarkan hasil perhitungan debit, kebutuhan air dan ukuran dimensi saluran tersier dengan lebar (b) = 0,4 m, tinggi (h) = 0,4 m ada 14 dari 29 ruas saluran tersier yang ada belum mampu memenuhi pemanfaatan areal pertanian seluas ±448,20 Ha, karena debit salurannya tidak mampu memenuhi kebutuhan debit rencana. Setelah dilakukan Analisis perhitungan didapat dimensi saluran yang ideal untuk pemanfaatan areal pertanian seluas ±448,20 Ha ini adalah lebar (b) = 0,4 m, tinggi (h) = 0,50 m. Maka dapat disimpulkan saluran irigasi tersier Kelayang pada ruas saluran tertentu tidak mampu memenuhi pemamfaatan kebutuhan air rencana untuk mengairi areal lahan pertanian, sehingga perlu dilakukannya peninjauan kembali terhadap perhitungan dimensi saluran irigasi tersier tersebut.
No other version available