Art Original
Analisis Pengaruh Carboxymethyl Cellulose Dari Kulit Rotan Terhadap Filtration Loss Lumpur Pemboran
Lumpur pemboran merupakan salah satu teknologi yang digunakan untuk pengeboran serta mempunyai banyak fungsi seperti mengontrol tekanan pengeboran, menstabilkan lubang sumur dan membawa padatan ke permukaan. Masalah yang biasa ditemukan pada lumpur pemboran yaitu masuknya air yang terkandung didalam lumpur ke dalam formasi (filtration loss). Terdapat beberapa additive yang dipergunakan untuk mengurangi filtration loss antara lain adalah Carboxymethyl Cellulose (CMC). Penambahan CMC pada lumpur mampu mengikat air guna mengatasi permasalahan terhadap filtration loss dan dapat meningkatkan kekentalan secara substansial dengan variasi konsentrasi CMC. Kulit rotan mengandung 47,5% selulosa sehingga dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan CMC . Variasi CMC yang dipergunakan pada penelitian ini adalah 4 gram, 6 gram dan 8 gram. Hasil pengujian di Laboratorium Pemboran Universitas Islam Riau diperoleh bahwasanya CMC hasil ekstraksi rotan berpengaruh terhadap nilai filtration loss, viskositas dan densitas lumpur pemboran. Nilai filtration loss tanpa menggunakan CMC yaitu 16.1 ml dan belum sesuai dengan standar API. Pada sampel dengan penambahan 4 gram, 6 gram sesuai standar API yaitu 14 ml dan 12.7 ml. Nilai Viskositas dengan penambahan konsentrasi 4 gr sesuai standar API dengan Range 40-60 detik yaitu 25 s/quart sedangkan massa 6 dan 8 gr 98 – 122 s/quart belum memenuhi standar API. Pengujian Densitas pada sampel 1 tanpa menggunakan CMC yaitu 7.7 ppg belum memenuhi standar API yaitu 8.5 ppg – 9.6 ppg, sedangkan pada konsentrasi 4 gram,6 gram dan 8 gram didapat nilai densitasnya 8.5 ppg, 8.6 ppg dan 8.9 ppg yang termasuk kedalam standar API untuk pengujian densitas lumpur, ini menunjukan adanya pengaruh dari CMC untuk meningkatkan nilai viskositas dan densitas.
No other version available