Art Original
Analisis Bunyi Dan Bahasa Figuratif Dalam Mantra Berpantang Bersalin Desa Talau Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan
ABSTRAK Lia Artika Putri, 2024. Skripsi. Analisis Bunyi Dan Bahasa Figuratif Dalam Mantra Berpantang Bersalin Desa Talau Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh mantra Melayu di Desa Talau Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan yang mengandung unsur-unsur keindahan bahasa tersebut yang menjadi bagian dari stilistika. Unsur tersebut terdiri dari aspek bunyi dan bahasa figuratif/bahasa kiasan . masalah dalam penelitian ini ialah (1) Bagaimanakah aspek bunyi dalam mantra berpantang bersalin Desa Talau Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan? (2) Bagaimanakah Bahasa figuratif dalam mantra berpantang bersalin Desa Talau Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan?. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan, menganalisis dan menyimpulkan aspek bunyi dalam mantra berpantang bersalin Desa Talau Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan dan untuk mendeskripsikan, menganalisis dan menyimpulkan Bahasa figuratif dalam mantra berpantang bersalin Desa Talau Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan. Teori yang digunakan dalam mantra penelitian ini ialah teori Nurgiyantoro (2014), Pradopo (2012) dan teori pendukung lainnya. Data penelitian ini berupa aspek bunyi yang terdiri dari persajakan, irama, nada dan suasana dan bahasa figuratif yang terdiri dari majas perbandingan (metafora, personifikasi, alegori, simile) dan majas pertautan (metonimi dan sinekdoki). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan jenis penelitian lapangan dan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu dengan teknik wawancara, dokumentasi, dan rekaman. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat unsur stilistika dalam mantra berpantang bersalin Desa Talau Kecamatan Pangkalan Kuras yaitu aspek bunyi pada persajakan yang berjumlah 81 kata, irama yang berjumlah 191 kata, nada dan suasana yang berjumlah 145 kata dan bahasa figuratif/bahasa kiasan pada majas personifikasi yang berjumlah 1 data, majas sinekdoki yang berjumlah 1 data, dan majas metafora yang berjumlah 4 data. Contoh aspek bunyi persajakan di akhir berpola a-b- a-b pada mantra tepung tawar selesai penguburan ari-ari, pada irama yaitu mengandung irama efoni yang ketika dibacakan cepat dengan tekanan nada rendah pada mantra untuk bayi yang sunsang, pada nada dan suasana terdapat suasana percaya diri bidan kampung yang terdapat dalam mantra mengoat tali pusat bayi dan contoh bahasa figuratif majas metafora pada mantra limau suci.
No other version available