Art Original
Analisis Pengeluaran Rumahtangga Dan Kesejahteraannya Di Kabupaten Kampar
Pendapatan mempengaruhi pola pengeluaran rumahtanggga, besar kecilnya pendapatan yang dialokasikan untuk pengeluaran makanan dan bukan makanan akan berpengaruh pada tingkat kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan pengeluaran makanan dan bukan makanan rumahtangga Kabupaten Kampar, (2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran rumahtangga Kabupaten Kampar, (3) Menganalisis tingkat kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kampar. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan yaitu menelaah data dari instansi terkait. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Analisis statistik deskriptif untuk menjawab pengeluaran makanan dan bukan makanan, dan tingkat kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kampar. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran rumah tangga dianalisis dengan Statistik Inferensial dengan regresi linier berganda, data yang digunakan yaitu data time series tahun 2000-2021. Hasil penelitian: (1) rata-rata pengeluaran makanan sebesar 56,42% lebih besar dari pengeluaran bukan makanan (43,58%), pengeluaran makanan terbesar yaitu pada kelompok makanan dan minuman jadi sebesar 24,45% dan pengeluaran bukan makanan paling tinggi yaitu perumahan dan fasilitas rumahtangga sebesar 52,03%. (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran rumahtangga Kabupaten Kampar adalah PDRB, rata-rata lama sekolah, inflasi, dan tabungan dengan hasil analisis regresi linier berganda yaitu seluruh variabel independen secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran rumahtangga, kecuali variabel inflasi dan tabungan dengan uji parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran rumahtangga Kabupaten Kampar. (3) Masyarakat Kabupaten Kampar dikatakan tidak sejahtera berdasarkan analisis tingkat kesejahteraan Hukum Engel dan tergolong sejahtera pada analisis tingkat kesejahteraan berdasarkan pendapatan perkapita, kemudian sejahtera dengan tingkat kesejahteraan kependudukan sebanyak 78.000 jiwa/km², pendidikan mencapai 30,51% (tamat SMA), dan tingkat kesejahteraan ketenagakerjaan mencapai 63,05% (Angkatan kerja) serta 60,38% dalam status (Bekerja). Kata Kunci:
No other version available