Art Original
Pengaruh Penambahan Semen Sebagai Filler Terhadap Kinerja Aspal Beton Ac – Wc Pada Karakteristik Marshall
Material umum digunakan sebagai Filler pada campuran perkerasan lentur adalah abu batu, dimana persediaannya terbatas dan harga yang lumayan mahal. Oleh sebab itu, perlu adanya penelitian menggunakan bahan alternatif lain sebagai pengganti Filler yaitu semen PCC, alasan mengunakan semen PCC adalah salah satu cara untuk mengurangi kebutuhan agregat alami, mudah di dapat dan harga nya relative murah dibandingkan dengan abu batu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengunaan Filler semen PCC dalam campuran AC – WC. Penelitian ini dilakukan menggunakan Spesifikasi Bina Marga 2018 dan menggunakan metode Marshall Test. Persentase pengunaan Filler semen PCC yaitu 0%, 30%, 50%, 70%, 100%. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kadar aspal optimum yaitu 6,8% semakin besar campuran komposisi Filler semen PCC, maka nilai VMA dan VIM semakin kecil, sedangkan pada nilai VFA semakin besar. Nilai VMA, VIM dan VFA masih memenuhi persyaratan Spesifikasi Bina Marga 2018. Nilai Stabilitas pada variasi 0%, 30%, 50% mengalami penurunan dari 2307,18 kg – 1267,91 kg, namun pada variasi 70% hingga 100% mengalami kenaikan dari1371,84 kg – 1392,62 kg semua memasuki persyaratan Spesifikasi Bina Marga 2018. Pada nilai flow pada variasi 0%, 30% dan 50% mengalami penaikan dari 3,2 mm – 4,7 mm hingga melewati persyaratan Spesifikasi Bina Marga 2018, namun pada variasi 70% hingga 100% mengalami penurunan dari 3,5 mm – 3,4 mm. pada semua variasi Filler yang digunakan , hanya pada variasi 0%, 30%, 70%, 100% yang memenuhi persyaratan Spesifikasi Bina Marga 2018. Sedangkan untuk variasi maksimum dari campuran Filler semen PCC didapat pada variasi 30% dengan nilai VMA sebesar 19,81%, VIM sebesar 4,51%, VFA sebesar 77,86%, Stabilitas sebesar 1683,62 kg dan Flow 3,3 mm.
No other version available