Art Original
Pengaruh Aditif Cmc Ampas Tebu Terhadap Filtration Loss Dan Compressive Strength Pada Semen Pemboran
Proses penyemenan sangat penting dalam operasi pemboran minyak dan gas bumi, kualitas semen yang dibutuhkan dalam operasi penyemenan harus kuat dan kokoh agar casing tidak runtuh akibat tekanan dari dinding formasi. Salah satu masalah utama yang sering terjadi pada saat penyemenan yaitu filtration loss dan compressive strength. Unutuk mengatasi permasalahan tersebut dengan menggunakan aditif CMC karena CMC dapat mengurangi filtration loss dan meningkatkan compressive strength, penilitian ini menggunakan aditif CMC yang berasal dari limbah pertanian yaitu ampas tebu dikarenakan harganya lebih terjangkau dan juga ramah lingkungan, ampas tebu memiliki kandungan seulosa sehingga dapat digunakan sebagai bahan pembuatan CMC. Kemudian CMC dari ampas tebu tersebut di tambahkan kedalam bubur semen melalui Analisa di laboratorium dengan kosentrasi sebesar 0%, 0,2%, 0,6%, 1%, 1,4%, 1,8%. Hasil dari pengujian tersebut didapatkan kosentrasi 1,8% nilai filtration loss yang paling rendah yang mana dengan penambahan CMC Industri 44,880 ml/menit, dan CMC Ampas tebu 58,997 ml/menit, untuk compressive dan shearbond strength kosentrasi 1,4 % nilai compressive yang paling tinggi menggunakan CMC Industri 1988,26 psi, CMC Ampas Tebu 1784,54 psi, sedangkan untuk nilai shearbond strength CMC Industri 510,44 psi, CMC Ampas Tebu 487,49 psi
No other version available