Art Original
Pengaruh Penggunaan Gondorukem (resina Colophonium) Sebagai Pengganti Sebagian Aspal Pada Campuran Aspal Porus Terhadap Karakteristik Marshall
Kerusakan jalan pada umumnya di sebabkan oleh beberapa faktor yaitu air hujan, beban roda kendaraan yang berat, muka air tanah yang tinggi, perubahan kondisi lingkungan atau fungsi drasinase yang kurang baik. Curah hujan yang tinggi menyebabkan terjadinya genangan pada permukaan jalan maka di desain perkerasan berpori yaitu aspal porus yang dapat mengurangi genangan air di atas permukaan jalan. Sumber daya alam yang dapat diperbarui salah satunya Gondorukem (resina colophonium) salah satu bahan altermatif yang mampu menjaga kualitas aspal dalam kondisi yang baik, selain itu juga dapat meningkatkan stabilitas. Pada penelitian ini gondorukem (resina colophonium) digunakan sebagai pengganti sebagian aspal pada campuran aspal porus. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persentase kadar aspal optimum dengan penggunaan gondorukem (resina Colophonium) dan pengaruh penggunaan gondorukem (resina colophonium) sebagai pengganti sebagian aspal pada campuran aspal porus terhadap karakteristik Marshall. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental yang dilaksanakan pada laboratorium PT. Virajaya Riauputra yang mengacu pada Spesifikasi Australian Asphalt Pavement Association (AAPA), 2004, dan menggunakan metode Marshall test dengan persentase gondorukem (resina colophonium) yaitu 0%, 8%,12%, 16% dan 20%. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Kadar Aspal Optimum 4,7%. Untuk stabilitas, nilai tertinggi dicapai pada variasi 0% dengan 633,3 kg, pada variasi 16% stabilitas meningkatkan hingga 556,5 kg. Namun, pada variasi 20%, stabilitas menurun menjadi 524,5 kg. Untuk VMA, nilai bervariasi dengan kenaikan dan penurunan persentase gondorukem, dari 27,22% pada 0% hingga 27,58% pada 20%, tetapi tetap memenuhi spesifikasi AAPA. Nilai VIM dari 18,41% pada 0% naik hingga 18,82% pada 20%, dan semua variasi berada dalam rentang spesifikasi AAPA,2004 . Nilai flow tertinggi diperoleh pada variasi 0% dengan 4,27 mm, dan menurun pada variasi 16% dan 20%. Secara keseluruhan untuk stabilitas, VMA, VIM, dan flow, pada penggunaan gondorukem 20% tetap memenuhi spesifikasi Spesifikasi Australian Asphalt Pavement Association (AAPA), 2004. Kata Kunci : Porus, Karakteristik Marshall, Aspal, Gondorukem, spesifikasi AAPA, (Australian Asphalt Pavement Association, 2004).
No other version available