Art Original
Analisis Usahatani Dan Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Ikan Mas Keramba Jaring Apung Didesa Koto Masjid Kecamatan Xiii Koto Kampar Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Boy Pardamean Simanullang (174210322). Analisis Usahatani dan Faktorfaktor yang Mempengaruhi Produksi Ikan Mas di Desa Koto Mesjid Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Di Bawah Bimbingan Bapak Khairizal, SP., M.MA. Kecamatan XIII Koto Kampar terdapat beberapa budidaya ikan mas keramba yang cukup potensial namun belum mampu mencapai hasil produksi yang optimal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis: (1) Karakteristik petani dan profil usahatani ikan mas; (2) penggunaan faktor produksi, biaya, pendapatan dan efisiensi usahatani ikan mas; (3) pengaruh faktor produksi terhadap produksi usahatani ikan mas di kecamatan XIII Koto Kampar. Penelitian ini menggunakan metode survei, yang dilaksanakan di Desa Koto Mesjid kecamatan XIII Koto Kampar pada bulan Agustus 2021 sampai Januari 2022. Jumlah sampel diambil sebanyak 30 orang petani ikan mas yang diambil secara acak (simple random sampling). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif, serta analisis regresi berganda dengan metode cobb-douglass. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Karakteristik petani ikan mas antara lain berumur 36,80 tahun (produktif), lama pendidikan 12 tahun (setara SMA), pengalaman usahatani 9,53 tahun (tergolong lama), dan memiliki tanggungan keluarga sebanyak 3 orang (kecil). Profil usahatani terdiri dari penjualan tahunan rata-rata Rp 1.312.483.980/tahun, modal awal Rp 160.525.533, dan jumlah tenaga kerja sebanyak 3 orang. (2) Usahatani ikan mas menunjukkan bahwa dengan rata-rata luas keramba petani 700,80 m3 , maka (a) Input yang digunakan antara lain yaitu benih ikan mas sebanyak 48.890 ekor/periode produksi, pakan comfeed sebanyak 22.334 kg/periode produksi, dan tenaga kerja sebanyak 113,50 HOK/periode produksi. (b) Biaya produksi senilai Rp 293.375.391/periode produksi, dengan komponen biaya terbesar yaitu pakan senilai Rp 232.270.133 (79,17%). (c) Pendapatan kotor diperoleh senilai Rp 437.494.660/periode produksi, dengan produksi 17.157 kg dan harga jual Rp 25.500/kg. Sedangkan pendapatan bersih Rp 144.119.269/periode produksi. (d) RCR diperoleh senilai 1,49, artinya usahatani tersebut efisien dan layak untuk diusahakan. (3) Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap produksi ikan mas yaitu variabel luas keramba dan jumlah pakan dengan tingkat signifikansi ? sebesar 0,05.
No other version available