Art Original
Analisis Usahatani Sayuran Hidroponik Dengan Sistem Nft (nutrient Film Technique) Di Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau (studi Kasus: Unit Pertanian Terpadu Provinsi Riau)
Usahatani sayuran hidroponik merupakan suatu usahatani alternatif dalam meningkatkan ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Karakteristik tenaga kerja dan profil usahatani di UPT UIR (2) Usahatani (faktor produksi usahatani, biaya usahatani, produksi, pendapatan usahatani, efisiensi usahatani dan Break Even Point) sayuran hidroponik dengan sistem NFT di UPT UIR. Metode penelitian adalah studi kasus (case study) pada UPT UIR di Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau, yang dimulai pada bulan Desember 2022 hingga Mei 2023. Penentuan responden secara sengaja yang berjumlah satu orang. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menununjukkan bahwa tenaga kerja UPT UIR yang rata-rata berusia 16,71 tahun dengan lama pendidikan 11 tahun yang setara dengan SMA, tenaga kerja rata-rata pria, yang sudah memiliki pengalaman rata-rata selama 4 tahun dan tidak memiliki tanggungan keluarga. UPT UIR termasuk kedalam usaha skala mikro, besarnya aset bersih sebesar Rp. 750.000.000,00 dan memiliki 7 orang tenaga kerja. Faktor produksi usahatani sayuran hidroponik UPT UIR yaitu lahan yang besarnya 500 m2 . biaya tenaga kerja pakchoy sebesar Rp. 551.000/MT, kailan sebesar Rp. 301.000/MT, kangkung sebesar Rp. 339.000/MT dan selada sebesar Rp. 354.000/MT. Total biaya usahatani pakchoy sebesar Rp. 1.586.865/MT, kailan sebesar Rp. 1.290.865/MT, kangkung sebesar Rp. 1.185.191/MT dan selada sebesar Rp. 1.388.365/MT. Produksi pakchoy sebanyak 75 Kg/MT, kailan sebanyak 50 Kg/MT, kangkung sebanyak 50 Kg/MT dan selada sebanyak 75 Kg/MT. Total pendapatan kotor pakchoy sebesar Rp. 3.000.000/MT, kailan sebesar Rp. 2.000.000/MT, kangkung sebesar Rp. 2.000.000/MT dan selada sebesar Rp. 3.000.000/MT. Total Pendapatan bersih usahatani pakchoy sebesar Rp. 1.413.135/MT, kailan sebesar Rp. 709.135/MT, kangkung sebesar Rp. 814.809/MT dan untuk selada sebesar Rp. 1.611.635/MT. Efisiensi yaitu R/C Ratio usahatani pakchoy sebesar 1,9, kailan sebesar 1,5, kangkung sebesar 1,7 dan selada sebesar 2,1. Break Even Point (BEP Unit) usahatani pakcoy sebesar 39,67 kg, kailan sebesar 32,27 kg, komoditi kangkung sebesar 29,63 kg dan untuk komoditi selada sebesar 34,71 kg. Break Even Point (BEP Harga) sebesar Rp. 21.158/kg, kailan sebesar Rp. 25.817/kg, kangkung sebesar Rp. 23.703/kg dan selada sebesar Rp. 18.511/kg. Break Even Point (BEP Penerimaan) pakchoy sebesar Rp. 839.337, kailan sebesar Rp. 833.114, kangkung sebesar Rp. 702.319 dan selada sebesar Rp. 642.516.
No other version available