Art Original
Analisis Pengaruh Konsentrasi Kandungan Garam Air Formasi Dan Kombinasi Surfaktan Anionik Dan Amfoter Terhadap Stabilitas Emulsi
Injeksi surfaktan merupakan salah satu teknik Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk meningkatkan produksi minyak bumi. Emulsi terbentuk ketika minyak mentah bersentuhan dengan air. Semakin tua sumur minyak, semakin besar kandungan airnya. Salinitas air formasi akan mempengaruhi pembentukan dan stabilitas emulsi. Emulsi yang tidak stabil menyebabkan pengaruh tidak langsung terhadap perolehan minyak. Tujuan penelitian yaitu mengetahui pengaruh jenis salinitas terhadap stabilitas emulsi surfaktan. Penelitian ini melakukan analisis larutan surfaktan dengan melakukan pengujian compatibility dan uji stabilitas emulsi. Hasil dari pengujian compatibility yang dilakukan selama 7 hari pada suhu ruang yaitu menghasilkan sampel yang lolos pengujian pada rasio 1:2 dan semua jenis konsentrasi surfaktan dengan salinitas 20.000 ppm, 30.000 ppm, 40.000 ppm. Hasil uji stabilitas emulsi yang telah dilakukan dan diamati selama 240 menit dan mencatat persentase air terpisah dan minyak terpisah, emulsi paling stabil ditunjukkan salinitas 40.000 ppm pada konsentrasi 0.5% dengan persentase air terpisah 74%. Emulsi paling tidak stabil ditunjukkan salinitas 40.000 ppm pada konsentrasi 1.5% dan 2.0% dengan persentase air terpisah 96%.
No other version available