Art Original
Analisis Kualitas Dan Fasies Air Tanah Di Desa Bantan Air, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau
Desa Bantan Air merupakan salah satu desa di Pulau Bengkalis, yang terletak dekat dengan pesisir bagian Utara Pulau Bengkalis. Desa ini hanya terdiri atas 1 formasi yaitu Formasi Endapan Permukaan Tua (Qp), yang memiliki kondisi daerah rawa dan gambut bersifat asam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran dan arah aliran muka airtanah, kelayakan kualitas airtanah secara fisika-kimia, serta kondisi fasies airtanah di desa Bantan Air, Kecamatan Bantan, KabupatenBengkalis, ProvinsiRiau. Parameter yang diujikan yaitu warna, rasa, bau, zat padat terlarut (TDS), daya hantar listrik (DHL), pH dan Fe. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei lapangan dan analisis laboratorium. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan 21 sumur gali. Arah aliran airtanah mengalir dari Barat Daya, Barat Laut dan Tenggara menuju Timur dan Timur Laut. Warna airtanah didaerah penelitian yaitu bening (9%), keruh (28%), kuning (29%), coklat (5%) dan coklat kemerahan (29%), bau airtanah yaitu berbau (57%) dan tidak berbau (43%), rasa airtanah yaitu payau (52%) dan tidak berasa (48%), nilai zat padat terlarut (TDS) 48,1 mg/l – 1.217 mg/l, nilai daya hantar listrik (DHL) 44 – 2.054 µS/cm, nilai pH 6,44 – 6,8, dan nilai Fe 0,05 – 4,4 mg/l. Analisis fasies airtanah menggunakan diagram kurlov, diagram stiff dan diagram piper yang menunjukkan 3 jenis fasies airtanah didaerah penelitian yaitu Fasies Cl+SO?, Fasies Na(K) Cl(SO?), dan Fasies Na(K) HCO?. Berdasarkan hasil penelitian, hanya terdapat 1 stasiun sumur gali yaitu stasiun 13 yang airnya memenuhi standar baku mutu berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No.492 tahun 2010 dan Peraturan Menteri Kesehatan No.32 tahun 2017 sebagai air minum ataupun air bersih.
No other version available