Art Original
Tinjauan Peningkatan Fase Simpang Bersinyal Di Kota Pekanbaru Dengan Pendekatan Mikroskopis (studi Kasus : Persimpangan Marpoyan Jl. Pasir Putih- Jl. Kaharuddin Nasution-gg. Kita)
Pekanbaru merupakan kota yang memiliki pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Meningkatnya jumlah penduduk di kota tentunya berhubungan secara linear dengan pola pergerakan dan peningkatan jumlah kendaraan bermotor. Hal ini bila tidak disertai dengan penyediaan sarana dan prasarana pendukung transportasi yang memadai tentunya akan memunculkan permasalahan lalu lintas seperti kemacetan. Kemacetan menjadi masalah yang dihadapi hampir di seluruh wilayah perkotaan di Indonesia. Salah satu solusi mengatasi permasalahan kemacetan pada persimpangan yaitu dengan perencanaan simpang bersinyal. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja Simpang Empat Bersinyal Marpoyan Jl. Pasir Putih-Jl. Kaharuddin Nasution-Gg. Kita dengan pengaturan 3 fase dan 4 fase. menggunakan konsep pendekatan mikroskopis dengan software PTV VISSIM untuk membandingkan kinerja simpang bersinyal kondisi eksisting dengan pengaturan 4 fase dengan kondisi skenario dengan pengaturan 3 fase. Hasil dari permodelan Simpang Empat Bersinyal Marpoyan Jl. Pasir Putih-Jl. Kaharuddin Nasution-Gg. Kita pada hari libur dan hari kerja dengan mengambil data volume kendaraan pada jam puncak dan dilakukan kalibrasi sebanyak 10 macam kalibrasi dan masing-masing dilakukan 10 kali running dengan 10 random seed dan dilakukan tahapan validasi agar data dapat dikategorikan valid dengan metode GEH dan MAPE. Berdasarkan hasil running program software PTV VISSIM diperoleh bahwa kinerja permodelan Simpang Empat Bersinyal Marpoyan Jl. Pasir Putih-Jl. Kaharuddin Nasution-Gg. Kita pada kondisi eksisting pengaturan 4 fase diperoleh nilai panjang antrian maksimum 188,98m di hari libur dan 224m m di hari kerja serta tundaan 41,7 detik di hari libur dan 56 detik di hari kerja dengan tingkat pelayanan C di hari libur dan D di hari kerja. Ketika diskenariokan dengan pengaturan 3 fase diperoleh panjang antrian maksimum 60,6 m di hari libur dan 76.1 m di hari kerja serta tundaan 12 detik di hari libur dan 24,6 di hari kerja dengan tingkat pelayanan B di hari libur dan C di hari kerja.
No other version available