Art Original
Pengalaman Komunikasi Pasca Mengalami Cyberbullying (body Shamming) Di Instagram
Pengalaman Komunikasi Pasca Mengalami Cyberbullying (Body Shamming) Di Instagram Rahmi Hendri Rezeki (179110192) Cyberbullying dicirikan sebagai penggunaan inovasi terkomputerisasi atau gadget elektronik, misalnya ponsel, jurnal online, situs, dan papan diskusi untuk mengirim pesan kompromi sebagai bentuk penganiayaan terhadap korban oleh orang atau kelompok, menciptakan masalah mental dan sosial. Body shaming termasuk kedalam jenis bullying verbal. Tingkah laku yang mempermalukan tubuh dapat menyebabkan seseorang merasa semakin tidak dapat diandalkan, khawatir dan canggung dengan penampilan aslinya dan mulai menutup diri dari cuaca dan individu. Karena orang yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi akan terlihat lebih pendiam, tidak memiliki rasa takut bahkan siap menunjukkan rasa percaya dirinya kapanpun. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana Pengalaman Komunikasi Pasca Mengalami Cyberbullying (Body Shamming) Di Instagram. penelitian kualitatif lebih banyak menjelaskan, mendeskripsikan dan lebih banyak menganalisis dengan menggunakan pendekatan induktif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dimana lebih mengutamakan proses dan makna yang didasari sudut pandang atau penilaian dari sisi subjek. Subjek yang akan diteliti adalah beberapa akun media sosial yang mengalami kejadian body shamming. Hasil wawancara menunjukan bahwa dari pengalaman korban yang diwawancarai, semuanya memberikan pernyataan bahwa pengalaman dari tindak perilaku body shaming yang dialaminya memberikan tekanan kepada korban, dengan komentar tentang tubuh serta wajahnya yang menjadikan dirinya memiliki penilaian diri yang negatif. Pada umunya korban body shaming awalnya merasa minder dan sedikit anti sosial. Akan tetapi pemahaman saat ini ada juga korban yang menghadapinya dengan cuek dan tidak menggubris ejekan atau tekanan, ada juga yang melakukan perlawanan dengan frontal. Dari penelitian ini dapat dilihat bahwa cyberbullying body shaming sangatlah tidak baik karena akan membuat komunikasi menjadi buruk. Kata Kunci : Cyberbullying, Body Shamming, Pengalaman Komunikasi
No other version available