Art Original
Analisis Usahatani Ikan Patin Di Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir
Kecamatan Bangko merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Rokan Hilir yang memiliki potensi cukup bagus dalam budidaya Pengembangan usahatani ikan patin dikarenakan letak daerahnya berada di dataran rendah dan dikelilingi sungai-sungai. Salah satu upaya pengembangan usaha perikanan ialah untuk meningkatkan perekonomian petani ikan patin, terutama dalam peningkatan pendapatan keluarga tentunya diperlukan cara untuk memperbaiki usaha perikanan yang maju. Pembangunan ini tentunya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup para petani ikan patin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : 1) karakteristik petani dan profil usaha budidaya Ikan Patin, 2) Teknik budidaya, penggunaan sarana produksi dan tenaga kerja usahatani ikan patin, 3) Besar biaya produksi, pendapatan, efisiensi dan break even poin usahatani ikan patin. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir dari bulan Agustus 2021sampai dengan januari 2022. Metode yang digunakan adalah metode survei. Pemilihan responden dilakukan secara acak sederhana sebanyak 48 pemilik usahatani. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil Penelitian Menunjukkan : 1) Karakteristik petani usahatani ikan patin di Kecamatan Bangko adalah rata-rata umur petani 42 tahun, rata-rata lama pendidikan 9 tahun, rata-rata pengalaman usahatani 5 tahun, rata-rata jumlah anggota keluarga 3 orang. Sedangkan profil usahatani diperoleh rata-rata volume kolam usahatani 135 M 3 , rata-rata modal awal sebesar Rp 3.760.417. rata-rata jumlah produksi perkolam 480 kg. 2) Teknik budidaya serta sarana produksi meliputi persiapan kolam, penebaran bibit ke dalam kolam, pemberian pakan, penanganan hama dan penyakit, panen serta pascapanen. Tenaga kerja yang digunakan dalam usaha pembesaran ikan patin adalah tenaga kerja dalam keluarga sebanyak 24,55 HKP. 3) Biaya produksi diperoleh sebesar Rp 5.475.074/periode produksi, pendapatan kotor yang diperoleh petani ikan patin di Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir adalah sebesar Rp 8.160.000/periode produksi, pendapatan bersih yang didapat yaitu Rp 2.684.926/periode produksi, diperoleh RCR (Revenue Cost Ratio) sebesar 1,49 artinya usahatani tersebut menguntungkan dan layak untuk dikembangkan. BEP pada usahatani didapati BEP nilai pada usaha pembesaran ikan patin di Kecamatan Bangko per periode produksi tercapai pada volume produksi 35 Kg dengan harga Rp 11.585/kg serta dengan nilai penerimaan Rp 555.198. Pada kondisi tersebut pendapatan kotor petani ikan patin dapat menutupi semua biaya yang dikeluarkan untuk menghasilakan volume produksi tersebut.
No other version available