Art Original
Inovasi Pelayanan Publik Go Digital Sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Pelayanan Pada Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Rokan Hilir
Permasalahan utama dalam inovasi pelayanan Go Digital meliputi sosialisasi yang belum efektif, sehingga banyak masyarakat yang kesulitan mengakses layanan, serta gangguan teknis pada server yang mengakibatkan terganggunya proses pembuatan KK dan Akta Kelahiran secara online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Inovasi Pelayanan Go Digital Sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Pelayanan Pada Dinas Penduduk Dan Catatan Sipil Kabupaten Rokan Hilir serta hambatan yang terjadi. Adapun teori yang digunakan sebagai unit analisis adalah Teori yang dikemukakan oleh Rogers, dengan lina indikator ; Relative Advantage, Compatibility, Complexity, Triability, Observability. Metode yang digunakan adalah Kualitatif dengan jenis deskriptif. Maka hasil penelitian ini menunjukan ; Pada tahap Relative Advantage, penerapan inovasi Go-Digital dalam pelayanan membawa manfaat signifikan, seperti efisiensi waktu, aksesibilitas, transparansi, dan penghematan biaya. Sementara itu, Compatibility, menunjukkan kompatibilitas yang baik dengan sistem pelayanan sebelumnya melalui pendekatan dual system, di mana sistem manual dan digital berjalan paralel selama masa transisi. Pada sisi Complexity, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Rokan Hilir berhasil meningkatkan kualitas dan efisiensi layanan dengan mengurangi kompleksitas bagi pengguna. Selanjutnya, proses Triability Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Rokan Hilir berhasil meningkatkan kualitas layanan melalui uji coba terarah dan penilaian kualitas yang terukur. Dan indikator terakhir Observability, Dampak positif dari inovasi ini sangat terlihat, terutama dalam hal efisiensi, transparansi, dan penghematan biaya. Secara keseluruhan, Penerapan inovasi Go-Digital di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Rokan Hilir membawa manfaat signifikan dalam pelayanan publik, seperti efisiensi waktu, aksesibilitas, transparansi, dan penghematan biaya. Sistem ini kompatibel dengan pendekatan dual system selama masa transisi, didukung pelatihan pegawai, sosialisasi masyarakat, dan perbaikan bertahap meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan resistensi terhadap teknologi.
No other version available