Art Original
Studi Eksperimen Variasi Pemakaian Reclaimed Asphalt Pavement (rap) Sebagai Material Penyusun Terhadap Karakteristik Campuran Baru Ac-bc
Lapis perkerasan lentur banyak digunakan diberbagai daerah di Indonesia. Namun, beban muatan yang berlebih pada perkerasan yang terbatas menyebabkan perkerasan tersebut membutuhkan perawatan. Sering kali dilakukan overlay untuk menutupi kerusakan yang terjadi. Penanganan kerusakan jalan dengan cara pembongkaran lapis permukaan jalan lama dengan alat cold milling machine dapat dilakukan untuk menghindari overlay. Akan tetapi material aspal lama dari hasil pembongkaran dengan cold milling machine seringkali dibuang dan tidak dimanfaatkan. Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) merupakan hasil bongkaran perkerasan yang sudah rusak atau perkerasan lama yang sudah habis umur rencananya, namun berpotensi sebagai substitusi aspal dan agregat dalam perkerasan jalan dan bahu jalan sehingga menjadi perkerasan baru dalam upaya meminimalisir adanya material waste. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemakaian bahan bongkaran aspal (Reclaimed Asphalt Pavement) untuk perkerasan baru campuran AC-BC. Material RAP yang digunakan pada penelitian ini berasal dari jalan lintas Bangkinang – Petapahan, Kabupaten Kampar, sedangkan agregat baru berasal dari Pangkalan. Semua bahan yang dipilih selanjutnya diperiksa melalui analisa saringan, pengujian berat jenis, dan pengujian ekstraksi untuk material RAP. Hasil pengujian bahan kemudian digabungkan berdasarkan presentase campuran gradasi untuk sebuah sampel uji. Sampel uji dibuat menjadi 4 (empat) buah sesuai dengan kadar RAP yang direncanakan, yaitu 25%, 50%, 75%, dan 100%. Semua sampel harus melewati uji Marshall untuk mengetahui nilai karakteristik dari campuran AC-BC tersebut. Setiap pengujian bahan akan disesuaikan dengan spesifikasi Bina Marga 2010 dan Bina Marga 2018. Hasil analisis dari pengujian kadar RAP dengan agregat baru untuk campuran AC-BC menunjukkan bahwa RAP mempengaruhi nila karakteristik Marshall. Semakin besar kadar RAP menghasilkan berat jenis efektif agregat gabungan yang semakin kecil. Hal ini mempengaruhi stabilitas, kelelehan, persentase Void in Mix (VIM), Void in Minerale Aggregate (VMA), Void Filled Asphlat (VFA), dan Marshall Quotient (MQ). Nilai Marshall Quotient (MQ) yang tertinggi diperoleh pada sampel RAP 100% dengan nilai MQ 1.591,60 kg/mm. Ini menunjukkan bahwa campuran dengan kadar RAP 100% memiliki kekakuan yang lebih tinggi. Kekakuan yang lebih tinggi akan lebih baik terhadap deformasi.
No other version available