Art Original
Karakteristik Beton Ringan Dengan Pemanfaatan Batu Krikil Bauksit Sebagai Agregat Kasar
Sejak beberapa dekade ini, khususnya di era otonomi daerah serta peningkatan status wilayah Kepulauan Riau menjadi Provinsi, pembangunan dibidang konstruksi berkembang sangat pesat. Beton sebagai bahan bangunan sudah lama digunakan dan diterapkan secara luas oleh masyarakat, disebabkan memiliki keunggulan-keunggulan dibandingkan material struktur lainnya yakni memiliki kekuatan yang baik, tahan api, tahan terhadap perubahan cuaca, serta relatif mudah dalam pengerjaan. Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui kuat tekan beton dengan campuran menggunakan agregat kasar berupa batu kerikil bauksit pada umur beton 4 hari, 7 hari, 14 hari, 28 hari, 35 dan 42 hari. Untuk mengetahui apakah kuat tekan beton yang dihasilkan dapat tergolong jenis beton ringan struktur atau Structural Lightweight Concrete dengan Berat jenis : 1440- 1900 dan kuat tekan lebih dari 17,3 MPa pada umur beton 28 hari. Membandingkan dengan beton ringan lainnya. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif, dalam hal ini adalah dengan melakukan pengujian laboratorium. KARAKTERISTIK BETON RINGAN DENGAN PEMANFAATAN BATU KRIKIL BAUKSIT SEBAGAI AGREGAT KASAR diuji pada umur beton yang diteliti yakni: 7 hari, 14 hari, 21 hari, 28 hari, 35 hari dan 42 hari. Kuat tekan beton ringan dengan agregat kasar menggunakan kerikil bouksit memiliki nilai tertinggi pada umur 21 hari (17,651 MPa) dan nilai kuat tekan turun pada umur 28 hari (15,056 MPa). Hal ini disebabkan oleh rendahnya mutu material kerikil bouksit jika dibandingkan dengan material beton normal (granit). Dimana nilai berat jenis bulk 2,28 gr/cc, berat jenis kering 2,37 gr/cc, berat jenis semu 2,49 gr/cc, penyerapan air 3,64%. Jenis beton ringan berdasarkan hasil penelitian tergolong jenis beton ringan dengan kekuatan menengah. Dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya maka trend yang terjadi sama dengan penelitian Syarkawi pada tahun 2019, dimana pada umur 28 hari terjadi anomali, hal ini dikarenakan pada umur 7, 14 dan 21 mengalami kenaikan seiring dengan umur beton. Berdeda denga penelitian Yuni Wijiastuti (2019) dan Hermanto (2019) yakni hasil penelitian menunjukkan kuat tekan beton mengalami kenaikan seiring dengan umur beton.
No other version available