Art Original
Analisa Kualitas Mutu Beton Laboratorium Dengan Pengujian Non Destruktif Dan Destruktif
Beton merupakan bahan material konstruksi yang paling sering digunakan karena memiliki kemampuan layan yang tinggi. Untuk mengetahui mutu beton perlu dilakukan pengujian kualitas mutu beton secara konsisten dan sesuai dengan prosedur yang benar, pengujian mutu beton terbagi menjadi atas pengujian destructive (merusak) dan non destructive (tidak merusak), pada penelitian ini benda uji yang digunakan untuk dilakukan penelitian adalah silinder beton yang di buat di Laboratorium Dinas Pekerjaan Umum, Pertanahan dan Penataan Ruang Provinsi Kepuluan Riau (DPUPR) dengan kuat tekan beton yang direncanakan adalah fc’ 30Mpa, fc’ 36Mpa dan fc’ 40Mpa dengan benda uji masing – masing sebanyak 20 benda uji silinder beton, pengujian kuat tekan beton yang dilakukan dengan metode destructive menggunakan alat compressive testing machine(CTM) sedangkan pengujian dengan metode non destructive menggunakan alat ultrasonic pulse velocity test (UPVT) dan hammer test (HT), pada penelitian ini dilihat perbandingan mutu dari metode destructive dan non destructive metode mana yang hasil mutu beton yang sama dengan mutu beton yang direncanakan. Dari hasil penelitian dapat dilihat nilai korelasi pengujian dengan menggunakan UPVT dan CTM untuk benda uji silinder fc’30 Mpa nilai sebesar R2 = 0,8338, fc’ 36Mpa nilai sebesar R2=0,859 dan fc’ 40Mpa nilai sebesar R2=0,859 sedangkan untuk nilai korelasi menggunakan alat HT dengan CTM untuk benda uji silinder beton fc’30 Mpa nilai sebesar R2 = 0,539, fc’ 36Mpa nilai sebesar R2=0,6926 dan fc’ 40Mpa nilai sebesar R2=0,6033 memiliki nilai yang lebih kecil dibandingkan dengan nilai korelasi pengujian UPVT dan CTM Pengujian mutu beton dengan metode non destructive yang menggunakan alat ultrasonic pulse velocity test (UPVT) dan metode destructive yang menggunakan alat compressive testing machine (CTM) memiliki nilai kuat tekan beton yang mendekati dengan kuat tekan beton rencana sedangkan metode non destructive dengan menggunkan alat hammer test memiliki nilai kuat tekan beton yang lebih rendah dikarenakan pengujian dengan hammer test (HT) hanya terletak pada permukaan silinder beton sedangkan pengujian dengan ultrasonic pulse velocity test (UPVT) dan compressive testing machine (CTM) menguji sampai bagian inti beton, sehingga hasil pengujian dengan menggunakan metode non destructive dengan alat ultrasonic pulse velocity test (UPVT) dapat digunakan untuk menjadi nilai kuat tekan mutu beton tanpa harus melakukan pengujian destructive dengan menggunakan alat compressive testing machine (CTM) Kata kunci: mutu beton, UPVT, HT, CTM
No other version available