Art Original
Dinamika Pengelolaan Air Dan Sumber-sumber Air Di Daerah Ftz Kota Batam
Pengelolaan sumber daya alam di Kota Batam sangat unik, khususnya Hak dan Wewenang tentang Penguasaan dan Pengusahaan Air beserta Sumber Sumber Air ada ditangan BP Kawasan Batam. Otorita Batam dalam hal ini kita sebut BP Kawasan Batam bertindak sebagai dan atas nama pemerintah (regulator) mengikatkan diri dalam suatu perjanjian (konsesi) dengan pihak ketiga yaitu PT. Adhya Tirta Batam (sebagai operator) selama 25 Tahun Dimana PT. ATB ini sekarang sudah di gantikan oleh PT MOYA Padahal Badan Pengusahaan Kawasan di daerah Kawasan Strategis Nasional lainnya di Indonesia tidak seperti itu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika pengelolaan air dan sumber-sumber air di daerah Ftz Kota Batam. Adapun metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan Informan seperti Direktur Pengairan BP Kawasan Batam, Ketua DPRD Kota Batam, Kepala Dinas Cipta Karya Kota Batam, Direktur atau Pimpinan PT Moya, PT ABH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah Kota Batam khususnya elit pejabat di Kota Batam belum memiliki keinginan politik untuk menata kewenangan pengelolaan sumber-sumber air di Kota Batam sebagaimana indikator dibawah ini : Budaya dalam pengelolaan sumber-sumber air di Kota Batam masih memiliki Kekurangan secara pengelolaan oleh BP Batam sendiri dimana masih terdapat warga yang tidak bisa mengakses air bersih tersebut. Dan juga dari budaya elit tokoh yang ada di Kota Batam yang kurang berkeinginan secara politik dalam menguji kewenangan dari pengelola BP Batam yang secara tidak langsung melangkahi Pemerintah Daerah Kota Batam. Kemampuan yang dinamis pada indikator ini, memang diakui dan tidak bisa peneliti pungkiri dari kemampuan pengelolaan sumber-sumber air khususnya air bersih oleh BP Batam sendiri sangatlah baik dibandingkan program air bersih dari Pemerintah Pusat bahkan Indonesia. Pengembangan Perubahan atau dynamic governance dalam indikator penelitian ini tidak terlihat dimana actor elit politik dan bahkan tokoh sosial yang ada tidak melihat kewenangan BP Batam mini sebagai suatu permasalahan yang urgen.
No other version available