Art Original
Analisa Pengaruh Penambahan Additive Caco3 Dari Cangkang Telur Terhadap Rheology Dan Filtration Loss Pada Lumpur Kcl Polymer
Lumpur pemboran merupakan komponen penting dalam proses pemboran, seperti melindungi formasi produksi, mengontrol tekanan formasi, membantu stabilitas dalam formasi dan membersihkan dasar borehole. Untuk menghindari permasalahan yang terjadi dalam proses pemboran, maka jenis lumpur pemboran yang digunakan harus sesuai dengan kondisi formasi, misalnya jenis lumpur pemboran KCl polymer, biasa digunakan pada formasi pasir yang mengandung clay. Rheology dan filtration loss dalam lumpur pemboran harus dikontrol, agar tidak terdapat hambatan yang menimbulkan kerugian dalam pemboran. Salah satu cara pengontrolan rheology dan filtration loss dengan menggunakan additive. Beberapa additive yang digunakan pada lumpur pemboran yaitu CMC (Carboxylmethyl Cellulose), PAC (Polyanionic Cellulose), xanthan gum, KCl (Potassium Chloride), boehmite, starch, calcium carbonate dan nano material. Pada penelitian ini, additive kalsium karbonat (CaCO3) yang berbahan dasar cangkang telur. Cangkang telur dipilih karena mengandung CaCO3 94%. CaCO3 baik digunakan pada formasi pasir, sehingga efektif ditambahkan ke dalam lumpur KCl polymer melalui metode eksperimental laboratorium. Penelitian ini diharapkan menghasilkan nilai rheology lumpur sesuai standar dan dapat mengontrol volume filtration loss pada lumpur KCl polymer. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini menunjukkan perubahan nilai pada viskositas, apparent viscosity, plastic viskosity, yield point, gel strength, filtration loss dan ketebalan mud cake dengan nilai yang sesuai standar spesifikasi pada penambahan xii konsentrasi 12 gr dan 15 gr additive CaCO3 cangkang telur. Sehingga, dalam penentuan sifat rheology dan filtration loss lumpur KCl polymer pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penambahan additive CaCO3 cangkang telur dengan konsentrasi tinggi dapat digunakan sebagai pengganti additve CaCO3 komersial
No other version available