Art Original
Kajian Pengaruh Lingkungan Terhadap Mutu Beton Fc’ 30 Mpa Pada Pekerjaan Rigid Pavement Dengan Analisa Sem-eds (studi Kasus Peningkatan Jalan Ketam Putih – Kelemantan Bengkalis)
Perubahan iklim global mulai mengancam dunia tak terkecuali Indonesia. Perubahan suhu dan pola cuaca mempengaruhi keadaan lingkungan. Hal tersebut berdampak pada industri konstruksi yang berkaitan dengan beton. Perubahan suhu dan cuaca sangat mempengaruhi mutu beton yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar kuat tekan beton benda uji yang dihasilkan pada kondisi agregat cuaca panas, kondisi agregat cuaca hujan dan kondisi agregat cuaca mendung. Dan untuk mengetahui karakteristik/sifat beton yang dihasilkan akibat perubahan cuaca, suhu, dan kondisi agregat dengan pengamatan SEM (Scanning Electrone Microscope) dan uji EDS. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini meliputi pengujian kuat tekan beton untuk menentukan nilai kuat tekan beton dengan membuat benda uji menggunakan silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm sebanyak 12 buah untuk agregat kondisi cuaca panas, 12 buah untuk agregat kondisi cuaca hujan dan 12 buah untuk agregat kondisi cuaca mendung. Sampel beton hasil kuat tekan di uji SEM (Scanning Electrone Microscope) guna melihat morfolgi yang dihasilkan dari pengaruh lingkungan dan di uji EDS untuk melihat unsur dalam sampel. Dari hasil penelitian diperoleh kuat tekan rata – rata beton untuk setiap kondisi cuaca mengalami penurunan seiring dengan pertambahan waktu. Namun, kuat tekan rata – rata beton kondisi cuaca panas (suhu 270 C – 320 C) lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi cuaca hujan (suhu 260 C – 290 C) dan mendung (280 C – 300 C) yakni diatas mutu rencana fc’ 30 Mpa dengan persentase kenaikan sebesar 12,3%. Hasil pengamatan SEM (Scanning Electrone Microscope) memperlihatkan morfologi sampel beton pada kondisi panas memperlihatkan kristal – kristal hidrasi beton berukuran lebih besar, berbentuk kepingan, pembentukan porositas lebih sedikit dan senyawa kimia yang terkandung tertinggi adalah O sebesar 55%. Pada uji EDS ditemukan senyawa K sebesar 1,28% untuk agregat kondisi cuaca hujan dan 1,07% untuk agregat kondisi cuacamendung. Senyawa K dengan konsentrasi tinggi berdampak terhadap korosi pada beton bertulang. Sehingga penelitian ini menjadi upaya dalam mengatur strategi mitigasi dan perencanaan campuran beton yang lebih tahan terhadap pengaruh lingkungan di Bengkalis.
No other version available