Art Original
Perubahan Kebasahan Batu Pasir Yang Mengandung Clay Montmorillonite Dengan Menggunakan Metode Imbibisi Spontan
Eksplorasi dan produksi migas memerlukan teknik yang efisien untuk meningkatkan perolehan minyak dari reservoir. Salah satu faktor yang mempengaruhi efisiensi perolehan minyak adalah kebasahan batuan reservoir. Salah satu metode yang mampu mengatasi masalah penurunan produksi ialah menggunakan EOR (Enhanced Oil Recovery), EOR dalam penelitian ini menggunakan jenis metode chemical EOR yaitu surfaktan, surfaktan mampu mengurangi interfacial tension (IFT) dan mengubah wettability batuan reservoir. Pada penelitian ini menggunakan jenis surfaktan anionic yang diharapkan mampu mengubah wettability batu pasir yang mengandung clay. Imbibisi spontan akan dilakukan dalam pengujian ini untuk menilai kemampuan dan kesuksesan suatu campuran surfaktan dalam mendapatkan nilai index wettability untuk interpretasi nilai dari wettability batu pasir yang mengandung clay. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa index wettability surfaktan AEC lebih besar (1.02) dibandingkan nilai index wettability yang dihasilkan dari surfaktan LABS (0.94). Hal ini menunjukkan bahwa surfaktan AEC lebih baik dalam mengubah wettability batuan sandstone yang mengandung clay dibanding dengan surfaktan LABS. Jenis clay dan konsentrasi surfaktan mempengaruhi wettability batuan. keberadaan clay montmorillonite cenderung membuat wettability batupasir menjadi water wet. Dan konsentrasi surfaktan 1% mengahasilkan nilai IW yang lebih besar (1,02) dibandingkan dengan surfaktan 2% dengan nilai IW (0,94) dalam mengubah wettability batuan menjadi water wet, bukan berarti dengan menginjeksikan konsentrasi surfaktan yang tinggi menghasilkan nilai index wettability yang optimal. Kata kunci : Artificial core, Wettability, imbibisi spontan , surfaktan anionic, clay
No other version available