Art Original
Analisis Usaha Agroindustri Tahu (studi Kasus Agroindustri Tahu Bapak Supardi Di Desa Jayapura Kecamatan Bungaraya Kabupaten Siak Provinsi Riau)
Noni Nurwulandari (194210285), Analisis Usaha Agroindustri Tahu (Studi Kasus Agroindustri Tahu Bapak Supardi di Desa Jayapura Kecamatan Bungaraya Kabupaten Siak Provinsi Riau) Di Bawah Bimbingan Bapak Prof. Dr. Ir. Ujang Paman Ismail, M.Agr Agroindustri merupakan salah satu sub sistem agribisnis yang mengolah bahan mentah hasil pertanian untuk menciptakan nilai tambah. Salah satunya adalah kacang kedelai yang diolah menjadi tahu. Tujuan penelitian ini untuk (1) Menganalisis karakteristik pengusaha serta profil usaha, (2) Menganalisis penggunaan bahan baku serta bahan penunjang, teknologi pengolahan, dan proses produksi, (3) Menganalisis Biaya produksi, produksi, pendapatan, efisiensi dan nilai tambah usaha agroindustri tahu milik Bapak Supardi. Metode yang digunakan pada penelitian ini merupakan metode studi kasus pada usaha agroindustri tahu milik Bapak Supardi. Penelitian dilakukan di Desa Jayapura Kecamatan Bungaraya Kabupaten Siak Provinsi Riau. Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan (Desember 2023-Mei 2024). Responden pada penelitian ini yaitu Bapak Supardi sebagai pemilik usaha. Sumber data yang digunakan pada penelitian dari data primer dan sekunder. Jenis data yang terdiri dari data deskriptif kuantitatif, kualitatif, serta metode Hayami. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengusaha memiliki umur yang produktif, yaitu umur 44 tahun, tingkat pendidikan selama 12 tahun, pengalaman usaha 13 tahun, dan memiliki 4 orang tanggungan keluarga. Tenaga kerja dengan rentang umur 27-65 tahun, lama pendidikan tenaga kerja berada pada 6-9 tahun, pengalaman usaha tenaga kerja 5-10 tahun dan memiliki 3-4 tanggungan keluarga. Usaha sudah berjalan selama 13 tahun, skala usaha mikro dan sumber modal milik sendiri, jumlah tenaga kerja yang digunakan 4 orang. Dalam satu kali proses produksi memerlukan bahan baku kedelai sebanyak 100 Kg. Bahan penunjang yang digunakan berupa asam cuka 0,36 Liter, plastik PE 1 Kg, karet gelang 1 Ons, kayu bakar 1 M³, solar 5 liter, dan Listrik 1,83 kWh. Teknologi yang digunakan sudah modern, salah satunya menggunakan mesin penggiling kedelai. Biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp 1.826.136/proses produksi. Menghasilkan produksi tahu sebanyak 480 Kg/proses produksi. Pendapatan kotor sebesar Rp. 2.400.000/proses produksi dan pendapatan besih sebesar Rp. 573.864/proses produksi. Return Cost Ratio (RCR) yang diperoleh sebesar 1,32, nilai tambah sebesar Rp. 10.807,00/proses produksi dengan keuntungan sebesar 76,84%. Kata Kunci: Agroindustri, Tahu, Pendapatan, Nilai Tambah.
No other version available