Art Original
Hubungan Dukungan Sosial Teman Sebaya Dengan Penerimaan Diri Pada Remaja Yang Memiliki Orang Tua Tunggal
Kebanyakan dari remaja akan menolak dirinya daripada menerima dirinya, khususnya remaja masih menginjak pada awal-awal usia remaja. Untuk mendapatkan penerimaan dari orang lain seseorang cenderung untuk berperilaku sedemikian rupa agar orang lain menyukainya, hal tersebut juga dapat meningkatkan penerimaan diri seseorang. Remaja yang terkena dampak perceraian dari orang tua sangat membutuhkan dukungan sosial dari keluarga bahkan teman terdekatnya. Teman sebaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi penerimaan diri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan penerimaan diri pada remaja yang memiliki orang tua tunggal. Dukungan sosial teman sebaya diukur menggunakan alat ukur yang diadaptasi dari Puri (2022) berdasarkan aspek dukungan sosial yang dijelaskan oleh Sarafino (2011) yang terdiri dari 34 aitem. Penerimaan diri menggunakan skala Berger’s self-acceptance scale dari Hidayat, dkk (2024) berdasarkan konsep teori Berger (1952) terdiri dari 36 aitem. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 60 sampel. Berdasarkan penelitian yang dilakukan kepada remaja yang memiliki orang tua tunggal adanya terdapat hubungan signifikan yang positif pada dukungan sosial teman sebaya dan penerimaan diri dengan koefisien korelasi antara dukungan sosial teman sebaya dan penerimaan diri adalah sebesar (r) = ,522 dan diketahui nilai signifikan 0,000 < 0,05. Artinya semakin tinggi dukungan sosial teman sebaya semakin tinggi tingkat penerimaan diri pada remaja yang memiliki orang tua tunggal. Begitu juga sebaliknya semakin rendah dukungan sosial teman sebaya semakin rendah tingkat penerimaan diri pada remaja yang memiliki orang tua tunggal.
No other version available