Art Original
Analisis Keekonomian Pekerjaan Reperforated Pada Sumur La#1 Lapangan Pt.spr Langgak
ANALISIS KEEKONOMIAN PEKERJAA REPERFORATED PADA SUMUR LA#1 LAPANGAN PT.SPR LANGGAK LISNA APRILIA NINGSIH 193210253 ABSTRAK Pada saat ini Indonesia mengalami berbagai perubahan dan perbaikan peraturan untuk sistem kontrak kerja,yang mana seiring dengan aktivitas yang dilakukan pada industry minyak dan gas bumi. Turunnya laju produksi merupakan salah satu permasalahan utama dalam produksi migas yang mana disebabkan oleh rusaknya formasi sumur produksi, untuk meningkatkan kembali yakni menggunakan metode workover Reperforated dengan penambahan lubang perforasi baru atau pindah lapisan. Melihat kondisi migas yang kurang baik serta Cost Recovery yang tinggi, sehingga pemerintah melakukan perubahan sistem kontrak yang baru dengan menambahkan jumlah split untuk kontraktor agar menjadi pertimbangan dalam mengelola lapangan migas. Skema PSC Gross Split merupakan skema kontrak migas terbaru yang pertama diterapkan di Indonesia maupun dunia, yang dirilis oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Berbeda dengan skema kontrak PSC Cost Recovery, split antara pemerintah dan kontraktor pada PSC Gross Split ditetapkan diawal kemudian dari hasil gross revenue langsung dibagi antara keduanya sesuai dengan kriteria faktor variabel dan progresif yang tentunya split kontraktor akan lebih besar dibandingkan dengan Pemerintah. Namun, pemerintah mendapatkan pendapatan dari tax dan hasil split tersebut. Hasil analisa menemukan bahwa pekerjaan Reperforated pada sumur LA#1 ini berdasarkan keekonomian kontrak PSC Cost Recovery dan Gross Split sudah layak dilakukan. Ketika dilakukan perbandingan pada kedua kontrak didapatkan hasil untuk kontrak Gross Split pada sumur LA#1 ini lebih menguntungkan dari pada kontrak PSC Cost recovery, dengan menggunakan biaya investasi 26.942 US$ dengan rata-rata harga minyak 54.85 US$, sehingga diperoleh hasil NPV pada kontrak PSC Cost Recovery sebesar 31.056 US$ dan IRR 92%, untuk skema Gross Split mendapat NPV sebesar 97.169 US$ dan IRR 235%. Dari hasil indikator keekonomian PSC Gross Split menunjukan hasil yang lebih menguntungkan serta menarik bagi kontraktor bila diterapkan pada lapangan migas.
No other version available