Art Original
Pengaruh Penggunaan Spent Bleaching Earth (sbe) Dan Matos Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah Lempung Terhadap Nilai Cbr
Pertumbuhan pembangunan infrastruktur di Indonesia sangat pesat terutama pembangunan jalan dan perumahan. Kualitas jalan dan lahan perumahan akan baik apabila didukung oleh kondisi tanah dasar yang baik. Untuk memastikan daya dukung yang optimal, tanah lempung yang digunakan diambil dari Jl. Siak II, Kawasan Masjid Raya Provinsi Riau, Pekanbaru yang memiliki permasalahan pada kuat daya dukung tanah sehingga menyebabkan bangunan konstruksi diatasnya mengalami kemiringan, sampel tanah tersebut akan menjalani proses stabilisasi dengan menggunakan campuran Spent Bleaching Earth (SBE) dan Matos sebagai bahan pendukung stabilisasi. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Spent Bleaching Earth (SBE) dan Matos sebagai bahan stabilisasi guna meningkatkan nilai CBR. Metode stabilisasi tanah merupakan salah satu metode yang digunakan untuk memperbaiki kondisi tanah asli. Nilai kuat dukung tanah yang dianggap baik adalah ketika nilai kuat dukung yang dihasilkan dari pengujian laboratorium lebih besar dari 6% dan nilai kuat dukung yang dihasilkan dari pengujian lapangan lebih besar dari 3%. Pada penelitian ini, variasi campuran yang digunakan adalah 22,5% Spent Bleaching Earth (SBE) dan 1% Matos. Selain itu, variasi waktu pemeraman yang digunakan adalah 0, 4, dan 7 hari, serta waktu perendaman yang digunakan adalah 4 hari. Berdasarkan pengujian, diperoleh bahwa nilai CBR tanah asli yang distabilisasi menggunakan campuran 22,5% SBE dan 1% Matos pada masa pemeraman 0 hari adalah 4,14%, pada masa pemeraman 4 hari adalah 3,63%, dan pada masa pemeraman 7 hari adalah 1,34%, serta pada masa perendaman 4 hari adalah 1,71%. Perbandingan nilai CBR antara tanah asli yang distabilisasi menggunakan 22,5% SBE dan tanah asli yang distabilisasi menggunakan 1% Matos, maka didapatkan hasil nilai CBR tanah asli + 22,5% SBE pada pemeraman 0 hari sebesar 7,94%, pada pemeraman 4 hari sebesar 7,1%, dan pada pemeraman 7 hari sebesar 3,13% serta pada perendaman 4 hari sebesar 5,97%. Hasil nilai CBR tanah asli + 1% Matos pada pemeraman 0 hari sebesar 5,97%, pada pemeraman 4 hari sebesar 3,93%, dan pada pemeraman 7 hari sebesar 1,88%, serta pada perendaman 4 hari sebesar 2,67%. Dapat disimpulkan bahwa nilai CBR pada tanah asli + 22,5% SBE lebih tinggi dibandingkan tanah asli + 1% Matos. Hal ini menunjukkan bahwa pengujian ini tidak memenuhi standar pengujian laboratorium dengan kuat dukung lebih besar dari 6%.
No other version available