Art Original
Analisis Usahatani Dan Pemasaran Cabai Merah Di Desa Sintong Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau
Analisis Usahtani dan Pemasaran Cabai Merah (Capsicum annum.L) di Desa Sintong Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau. Di Bawah Bimbingan Bapak Dr. Ir. Ujang Paman Ismail, M.Agr. Usahatani cabai merah sangat berpotensi di Desa Sintong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis : (1) Karakteristik petani dan pedagang cabai merah (2) Penggunaan faktor produksi, biaya produksi, produksi, pendapatan, efisiensi dan BEP, (3) Lembaga, Saluran, biaya, margin, keuntungan, efisiensi dan farmer’s share pemsaran. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 (enam) bulan dimulai dari September 2023 sampai dengan Februari 2024 yang berlokasi di Desa Sintong Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir. Metode penelitian adalah metode survey, responden berjumlah 20 orang petani, 6 orang pedagang pengepul dan 8 orang pedagang pengecer. Data menggunakan data primer dan data sekunder, dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu: (1) Karakteristik petani rata-rata umur 46 tahun, pedagang pengepul 40 tahun dan pedagang pengecer 39 tahun. Tingkat rata-rata 11 tahun, rata pengalaman usaha 7 tahun, rata-rata tangungan keluarga sebanyak 3 orang. (2) Biaya produksi rata-rata sebesar Rp. 6.651.224,86,-/garapan/MT. Produksi yang dihasilkan adalah rata-rata 344,50kg/garapan/MT, pendapatan kotor rata-rata sebesar Rp. 14.534.062,50,-/garapan/MT dan pendapatan bersih rata-rata yang diperoleh petani sebesar Rp. 7.882.837,64,-/garapan/MT. R/C Ratio petani pada usahatani cabai merah rata-rata adalah 2,27, RCR >1 berarti usaha tersebut layak untuk dilanjutkan. BEP penerimaan Rp. 874.867,10,-/garapan/MT, BEP produksi 21,02 kg/garapan/MT dan BEP harga Rp. 20.373,18,-/garapan/MT. (3) Pada pemasaran, untuk pemasaran cabai terdiri dari 2 saluran pemasaran. Saluran I: petani- pedagang pengepul- pengecer- konsumen. Saluran II: petani-pedagang pengecer-konsumen. Saluran II lebih efisien dibandingkan saluran I. Margin pemasaran saluran I diperoleh sebesar Rp. 12.500,00/kg dan saluran II Rp. 5.166,67/kg keuntungan pemasaran saluran I Rp. 11.044,45/kg dan saluran II Rp 4.289,03/kg, efisiensi pemasaran saluran I 2,65% dan saluran pemasaran II 1,76%, nilai farmer’s share pada saluran pemasaran I 77,27% dan saluran pemasaran II 89,67% lebih tinggi karena harga yang diterima petani lebih tinggi.
No other version available