Art Original
Analisis Desain Ulang Sand Control Pada Sumur Xy26, Xy53 Dan Xy84 Di Area 13 Lapangan D Heavy Oil Untuk Mengatasi Problem Kepasiran
Permasalahan pasir merupakan salah satu tantangan utama pada industri minyak dan gas di dunia. Kepasiran mengakibatkan hilangnya produksi dan rusaknya peralatan sumur. Permasalahan kepasiran pada sumur dapat dicegah atau diatasi. Dalam dunia perminyakan penanggulangan masalah kepasiran disebut dengan sand control. Penanggulangan kepasiran dilakukan agar sumur yang berhenti berproduksi karena kepasiran, dapat kembali berproduksi sebagaimana mestinya. Kepasiran yang terjadi pada sumur XY26, XY53 dan XY84 harus ditangani. Kepasiran pada ketiga sumur itu terjadi karena screen liner yang sudah dipasang pada awal produksi tidak mampu lagi menahan pasir. Penanganan kepasiran pada ketiga sumur itu dilakukan dengan mengganti screen liner sebelumnya yang digunakan dan tambahan gravel pack sebagai metode tambahan untuk sand control. Metode yang digunakan dalam menentukan ukuran liner dan gravel adalah metode schwartz, dimana menurut schwartz ukuran minyak. Penentuan ukuran liner dan gravel berdasarkan keseragaman butir pasir yang terproduksi. Dimana hasil keseragaman butir pasir dari ketiga sumur tersebut lebih kecil dari 3 yang menunjukan pasir memiliki pemilahan yang seragam . Menurut Schwartz Jika pemilahan pasir seragam, penentuakn gravel dan screen berdasarkan 6 × ?10 pasir produksi dimana hasil perhitungan 6 × ?10 ketiga sumur adalah 0.0156 pada sumur XY26, 0.0144 pada sumur XY53 dan 0.0126 pada sumur XY84. Liner yang digunakan setelah sand control adalah screen liner 0.010 inci dengan gravel size 30/50 US Mesh. Setelah dilakukanya sand control pada sumur, sumur yang tadinya berhenti berproduksi karena masalah pasir, kembali memproduksi minyak.
No other version available