Art Original
Delinkuensi Pada Anak Putus Sekolah (studi Kasus Pada 3 Anak Putus Sekolah Di Smp X Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana delinkuensi yang
dilakukan 3 anak putus sekolah dan apa faktor penyebab 3 anak putus sekolah
melakukan delinkuensi dikabupaten bengkalis, khususnya kecamatan mandau.
Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini.
Penelitian ini juga menggunakan studi kasus sebagai pendekatan utama untuk
memahami perilaku delinkuensi yang dilakukan oleh anak. pendekatan kualitatif
dengan metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan
melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Kemudian dianalisis
menggunakan teori kontrol sosial. Dalam konteks teori kontrol sosial, ikatan
kasih sayang menjadi faktor dominan dalam mempengaruhi perilaku delinkuensi
anak-anak putus sekolah Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai
jenis perilaku delinkuensi yang dilakukan oleh tiga anak putus sekolah yang
menjadi subjek penelitian ini, termasuk merokok, berjudi, mengonsumsi alkohol,
mengkonsumsi komik, mengunjungi tempat prostitusi, terlibat dalam tawuran,
balap liar, mencoret tembok, mencuri dan melempar kaca mobil truck. Dan faktor
penyebab perilaku delinkuensi meliputi pengaruh lingkungan sebaya dan
lingkungan keluarga yang tidak memberikan pengawasan dan perhatian yang
memadai. Selain itu, keterbatasan pilihan yang dihadapi oleh anak putus sekolah
dan kurangnya keterampilan sosial dalam menghadapi masalah juga
mempengaruhi perilaku delinkuensi mereka. Saran kepada pemerintah yaitu
Pemerintah harus mengevaluasi kebijakan tentang anak putus sekolah yang
mengikuti program sistem kejar paket. Fokus yang terlalu kuat pada perolehan
ijasah dalam pendidikan formal sering kali mengabaikan aspek moral yang
penting dalam pembentukan karakter anak dan moral anak dalam berperilaku.
.
No other version available