Art Original
Tinjauan Kriminologis Pencurian Buah Sawit Di Pt Perkebunan Nusantara Iv Regional Iii Wilayah Hukum Polsek Tanjung Medan (pujud) Rokan Hilir
Pencurian buah sawit merupakan salah satu bentuk kejahatan yang sering terjadi di wilayah perkebunan, khususnya di PT. Perkebunan Nusantara IV Regional III Wilayah Hukum Polsek Tanjung Medan (PUJUD) Rokan Hilir. Tinjauan kriminologis terhadap pencurian buah sawit penting untuk memahami faktor-faktor penyebabnya, dampaknya terhadap masyarakat dan perusahaan, serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mendorong terjadinya pencurian buah sawit dan memberikan rekomendasi berdasarkan perspektif kriminologis. Adapun permasalahan pokok didalam penelitian ini yang akan dibahas ialah mengenai apa saja faktor penyebab terjadinya pencurian buah sawit di PT Perkebunan Nusantara IV Regional III di Wilayah Hukum Polsek Tanjung Medan (PUJUD) Rokan Hillir dan Bagaimana upaya penanggulangan pencurian buah Sawit di PT Perkebunan Nusantara IV Regional III Wilayah Hukum Polsek Tanjung Medan (PUJUD) Rokan Hillir. sehingga tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hasil dari rumusan masalah yang ada didalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif, yang melibatkan wawancara dengan staff legal perusahaan, Aparat kepolisian serta pengumpulan data sekunder dari dokumen hukum dan laporan kepolisian terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sisi kriminologis, pencurian buah sawit dapat dilihat sebagai hasil dari ketimpangan sosial dan ekonomi yang terjadi di masyarakat. Ketidakadilan dalam distribusi kesejahteraan dan kesempatan kerja, serta rendahnya tingkat pendidikan dan kesadaran hukum, menjadi faktor yang memperburuk situasi. Selain itu, lemahnya pengawasan dan penegakan hukum di wilayah perkebunan juga memberikan ruang bagi pelaku kejahatan untuk bertindak tanpa takut tertangkap. Penggunaan teknologi yang terbatas dan jumlah personel keamanan yang kurang optimal turut menjadi hambatan dalam mencegah dan mengatasi tindakan pencurian ini. Sebagai solusi, pendekatan yang lebih holistik diperlukan untuk menanggulangi masalah pencurian buah sawit. Perusahaan harus meningkatkan pengawasan dengan memanfaatkan teknologi dan meningkatkan kerjasama dengan aparat kepolisian untuk memperketat patroli dan respons terhadap tindakan kejahatan. Pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar dengan menyediakan pelatihan keterampilan dan menciptakan peluang kerja yang lebih baik juga menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan mereka pada kegiatan ilegal. Selain itu, edukasi mengenai dampak pencurian terhadap ekonomi dan keberlanjutan industri sawit perlu dilakukan untuk membangun. kesadaran hukum dan moral di kalangan masyarakat.
No other version available