Art Original
Detoks Media Sosial Sebagai Upaya Mengatasi Ketergantungan Media Pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau
Detoks Media Sosial Sebagai Upaya Mengatasi Ketergantungan Media Pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau Naufal Zikri 209110255 Ketergantungan terhadap media sosial menjadi fenomena yang semakin meluas di kalangan mahasiswa, khususnya di era digital yang serba cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman mahasiswa dalam melakukan detoks media sosial sebagai strategi untuk mengatasi ketergantungan media. Penelitian ini memakai teori Media Resistence, yang memandang detoks digital sebagai wujud tradisi perlawanan terhadap media dan teknologi. Fenomena detoks ini telah banyak dikenal dan dilakukan oleh berbagai kelompok, termasuk mahasiswa, sehingga menjadi fokus utama dalam penelitian ini, terutama pada mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Islam Riau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan Data didapatkan melalui metode wawancara dengan 5 informan yang pernah atau yang sedang melakukan detoks media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mulai menyadari dampak negatif media sosial, seperti gangguan terhadap aktivitas sehari-hari, munculnya kecemasan akibat Fear of Missing Out (FOMO), dan rasa jenuh terhadap paparan informasi yang tidak relevan. Kesadaran ini mendorong mereka untuk melakukan detoks dengan langkah-langkah seperti membatasi akses, log out akun, serta menggantikan waktu bermain media sosial dengan aktivitas yang lebih produktif, seperti mengembangkan hobi atau meningkatkan interaksi sosial secara langsung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa detoks media sosial merupakan metode yang efektif untuk mengatasi ketergantungan media dan menjadi wujud nyata dari resistensi terhadap pengaruh media sosial. Hasil penelitian ini memberikan wawasan penting bagi mahasiswa dalam membangun hubungan yang sehat dengan media sosial serta menjadi referensi bagi upaya edukasi terkait pengelolaan penggunaan media yang bijak.
No other version available