Art Original
Makna (proses & Simbol) Temu Manten Pada Ritual Pernikahan Adat Jawa Di Kecamatan Kampar Kiri Hilir Kabupaten Kampar
Makna (Proses & Simbol) Temu Manten Pada Ritual Pernikahan Adat Jawa Di Kecamatan Kampar Kiri Hilir Kabupaten Kampar Dewi Ayuningtiyas 209110245 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses komunikasi ritual dalam tradisi Temu Manten pada masyarakat Jawa di Desa Sungai Simpang Dua, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kabupaten Kampar. Temu Manten merupakan bagian dari prosesi pernikahan adat Jawa yang mengandung simbol-simbol budaya dan nilainilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun. Setiap tahapan dalam prosesi ini, seperti balangan gantal, wijik dadi, sinduran, kacar-kucur, dan sungkeman, memiliki makna tersendiri sebagai bentuk penyampaian pesan moral, spiritual, serta harapan bagi kehidupan rumah tangga yang harmonis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori komunikasi ritual dari James W. Carey, yang memandang komunikasi sebagai proses berbagi makna dan nilai bersama dalam masyarakat melalui tindakan simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Temu Manten masih dijalankan oleh masyarakat, namun telah mengalami pergeseran, baik dari segi pelaksanaan maupun pemaknaan. Pengaruh modernisasi menyebabkan berkurangnya pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai simbolik dalam tradisi ini. Beberapa prosesi mulai ditinggalkan atau dimodifikasi tanpa mempertahankan makna aslinya. Kesimpulannya, Temu Manten tidak hanya merupakan prosesi adat, tetapi juga berfungsi sebagai media komunikasi budaya yang memperkuat identitas dan nilai kehidupan masyarakat Jawa. Oleh karena itu, perlu adanya edukasi dan pelestarian nilai-nilai budaya agar tradisi ini tetap hidup di tengah perubahan zaman.
No other version available