ETD - UIR

Electronic Thesis and Dissertation

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
    Member Login Online Registration
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject NPM Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Evaluasi Program Pemerintah Pengolahan Air Gambut Menjadi Air Bersih Dan Layak Minum Didesa Kundur Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kab. Kep Meranti
Bookmark Share

Art Original

Evaluasi Program Pemerintah Pengolahan Air Gambut Menjadi Air Bersih Dan Layak Minum Didesa Kundur Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kab. Kep Meranti

Eko Suryanto - Personal Name; Andriyus - Personal Name;

Tujuan dari penelitianini adalah untuk Mengevaluasi program pemerintah pengolahan air gambut menjadi air bersih dan layak minum dan untuk Menganalisis hambatan pelaksana program pemerintah pengolahan air gambut menjadi air bersih dan layak minum. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Berdasarkan hasil pembahasan maka penulis mengambil kesimpulan dalam judul “Evaluasi Program Pemerintah Pengolahan Air Gambut Menjadi Air Bersih Dan Layak Minum” bahwasanya masih memiliki banyak kekurangan sumber daya manusia dan hambatan dalam proses kegiatan pengolaan air gambut menjadi air bersih dan layak minum. Hal ini berdasarkan observasi lapangan menyatakan bahwa program kemendes mengalami banyak hambatan seperti biaya operasional, SDM dan pengawasan pusat. Program air gambut sangat dirasakan oleh masyarakat desa Kundur yang diolah melalui BUMDes Bina Usaha Sejati dalam mengatasi masyarakat kekurangan air bersih terutama pada musim kemarau. Program pengolahan air gambut menjadi air bersih dan layak minum memanfaatkan sumber daya alam desa yang sangat melimpah dengan mengelola sumber daya tersebut menggunakan alat tradisional dengan penyaringan berbahan kapur khusus makanan dan PAC (Poly Alumunium Chloride) sebagai penjernih air tanah gambut. Hambatan utama yaitu biaya operasional menjadikan kurang efektifnya kegiatan dalam memproduksi air bersih untuk pemenuhan 65 kebutuhan masyarakat yang tentunya setiap hari bertambah. Pemasukan biaya penjualan air bersih kemasyarakat setempat ataupun wilayah lain tidak dapat menutupi kekurangan biaya kerusakan alat produksi sehingga lambat laun kegiatan program air gambut mengalami penyendatan. Selain hambatan biaya produksi pengelola juga tidak mendapatkan pelatihan berkelanjutan sehingga pengetahuan SDM tidak dapat bersaing lama dan mengalami kemunduran.


Availability
#
Ilmu Pemerintahan (Fakultas Sosial Dan Ilmu Politik) Pemerintahan 351 Eko E
251302
Available but not for loan - ETD
Detail Information
Call Number
-
Language
NPM
207310429
Publisher
Ilmu Pemerintahan : Universitas Islam Riau., 2024
Keyword(s)
mendapatkan pelatihan berkelanjuta
Other Information
Petugas
Budi Santoso
Other version/related

No other version available

File Attachment
  • Please login to see this attachment
Comments

You must be logged in to post a comment

ETD - UIR
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?