Art Original
Evaluasi Program Pemerintah Pengolahan Air Gambut Menjadi Air Bersih Dan Layak Minum Didesa Kundur Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kab. Kep Meranti
Tujuan dari penelitianini adalah untuk Mengevaluasi program pemerintah pengolahan air gambut menjadi air bersih dan layak minum dan untuk Menganalisis hambatan pelaksana program pemerintah pengolahan air gambut menjadi air bersih dan layak minum. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Berdasarkan hasil pembahasan maka penulis mengambil kesimpulan dalam judul “Evaluasi Program Pemerintah Pengolahan Air Gambut Menjadi Air Bersih Dan Layak Minum” bahwasanya masih memiliki banyak kekurangan sumber daya manusia dan hambatan dalam proses kegiatan pengolaan air gambut menjadi air bersih dan layak minum. Hal ini berdasarkan observasi lapangan menyatakan bahwa program kemendes mengalami banyak hambatan seperti biaya operasional, SDM dan pengawasan pusat. Program air gambut sangat dirasakan oleh masyarakat desa Kundur yang diolah melalui BUMDes Bina Usaha Sejati dalam mengatasi masyarakat kekurangan air bersih terutama pada musim kemarau. Program pengolahan air gambut menjadi air bersih dan layak minum memanfaatkan sumber daya alam desa yang sangat melimpah dengan mengelola sumber daya tersebut menggunakan alat tradisional dengan penyaringan berbahan kapur khusus makanan dan PAC (Poly Alumunium Chloride) sebagai penjernih air tanah gambut. Hambatan utama yaitu biaya operasional menjadikan kurang efektifnya kegiatan dalam memproduksi air bersih untuk pemenuhan 65 kebutuhan masyarakat yang tentunya setiap hari bertambah. Pemasukan biaya penjualan air bersih kemasyarakat setempat ataupun wilayah lain tidak dapat menutupi kekurangan biaya kerusakan alat produksi sehingga lambat laun kegiatan program air gambut mengalami penyendatan. Selain hambatan biaya produksi pengelola juga tidak mendapatkan pelatihan berkelanjutan sehingga pengetahuan SDM tidak dapat bersaing lama dan mengalami kemunduran.
No other version available