Art Original
Analisis Semiotika Pesan Moral Dalam Film 172 Days
Analisis Semiotika Pesan Moral Dalam Film 172 Days Rahmat Suzanto Pratama 199110126 Film merupakan media massa yang terkenal pada saat ini. Terlebih lagi film juga menjadi media hiburan yang merupakan salah satu fungsi dari komunikasi, film memiliki ruang tersendiri bagi khayalak jika dibandingkan dengan media massa lainnya. Hal ini disebabkan karena film dibuat dengan adanya tujuan tertentu yang hasilnya diproyeksikan ke layar lebar dan ditonton oleh banyak orang diseluruh dunia. Selain menjadi hiburan, film juga berfungsi sebagai wadah penyampaikan pesan moral. Salah satunya dilatar belakangi oleh film 172 Days. Film yang bergenre drama dengan nuansa islami ini diangkat langsung dari kisah nyata penulis novel itu sendiri yaitu Nadzira Shafa. Film 172 Days memiliki pesan moral yang disampaikan secara universal pada adeganadegan yang ada dengan menyentuh isu-isu kontemporer seperti kesehatan mental, pertemanan, perjalanan hijrah, dan kisah percintaan. Pesan-pesan tersebut dapat dijadikan suatu ajaran bagi penontonnya pada kehidupan nyata. Penelitian ini menggunakan metode analisis semiotika atau secara umum menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik obersevasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data yang digunakan yaitu menggunakan analisis semiotika Ferdinand De Saussure yang lebih berfokus pada konsep penanda (signifier) dan petanda (signified). Hasil analisis dari penelitian ini menunjukan 3 bagian pesan moral dengan 13 wujud perilakunya, yaitu: hubungan manusia dengan diri sendiri yang memiliki 4 bagian seperti: percaya diri, kejujuran, keikhlasan dan ketabahan, hubungan manusia dengan manusia lain yang memiliki 7 bagian seperti: pujian, peduli, nasihat, empati, kasih sayang, berbakti dan bersyukur, hubungan manusia dengan Tuhan nya yang memiliki 2 bagian yaitu: berdoa dan shalat.
No other version available