Art Original
Representasi Konflik Batin Pendatang Dalam Dinamika Urban (studi Semiotika Pada Film Jakarta Vs Everybody)
Representasi Konflik Batin Pendatang Dalam Dinamika Urban (Studi Semiotika Pada Film Jakarta vs Everybody) Juliyan Pramuditia 199110002 Film Jakarta vs Everybody menggambarkan pengalaman seorang pendatang dalam menghadapi tekanan sosial dan ekonomi di ibu kota, yang melahirkan konflik batin dalam dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konflik batin karakter utama, Dom, melalui pendekatan semiotika John Fiske dan psikoanalisis Sigmund Freud. Metode yang digunakan adalah analisis isi dengan teknik observasi dan dokumentasi. Pendekatan semiotika diterapkan untuk memahami bagaimana makna terbentuk melalui tiga level pengkodean: realitas, yang memeriksa gestur, ekspresi wajah, serta teknik sinematografi. representasi, yang mengeksplorasi monolog, dialog, dan penyampaian naratif dalam menampilkan pergulatan batin karakter; dan ideologi, yang mengungkap nilai-nilai liberalisme, individualisme, patriarki, materialisme, dan kapitalisme yang membentuk dinamika sosial seorang pendatang di lingkungan urban. Untuk memperdalam aspek psikologis, psikoanalisis Freud juga diterapkan guna menelusuri bagaimana konflik batin tercermin dalam dorongan emosional karakter utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dom mengalami berbagai konflik batin, seperti rasa marah, kecewa, tidak puas, malu, perhatian, bimbang, tidak mampu, canggung, takut, dan sedih. Melalui kombinasi pendekatan semiotika dan psikoanalisis, penelitian ini mengungkap bagaimana film membangun representasi kompleks tentang realitas kehidupan seorang pendatang di kota besar, serta bagaimana dinamika psikologis karakter terefleksikan dalam narasi visual dan sinematiknya.
No other version available