Art Original
Evaluasi Blind Drilling Untuk Mengatasi Lost Circulation Di Sumur “x” Dan lapangan “y”
Lost circulation terjadi sebagian atau keseluruhan aliran lumpur pemboran dapat masuk ke dalam struktur yang digali dan menyebabkan penurunan kualitas aliran lumpur pemboran. Agar mengetahui penyebab terjadinya permasalahan lost circulation pada sumur perlu dilakukan perhitungan dan analisa untuk dapat menanggulangi lost circulation yang terjadi. Dilakukan perhitungan tekanan formasi, tekanan rekah formasi, tekanan hidrostatik lumpur, BHCP, dan ECD sehingga dapat mengetahui penyebab terjadinya lost circulation. Berdasarkan perhitungan tersebut diketahui penyebab terjadinya lost circulation pada sumur “x” lapangan “y” terdapat rekahan-rekahan yang terbentuk secara alami (natural fracture) dan mempunyai gradient tekanan formasi yang rendah. Kemudian dilakukan evaluasi faktor hidrolik berupa perhitungan tekanan hidrostatik re-design dan bottom hole circulating pressure (BHCP) re- design, lalu dilakukan juga evaluasi faktor mekanik berupa analisa ROP, RPM, WOB, dan Torsi untuk mengetahui apakah ada indikasi terjadinya pipa terjepit pada saat dilakukannya metode blind drilling. Dengan menggunakan metode blind drilling diperoleh nilai tekanan hidrostatik sebesar 1675,39 psi, mud weight (MW) sebesar 9.6 ppg, bottom hole circulating pressure (BHCP) sebesar 1335,34 psi, Ppompa sebesar 419.586 psi. ROP sebesar 130.0 m/hr , RPM sebesar 70, WOB sebesar 10 klbs, dan torsi/ diameter bit sebesar 7.5 inch, sehingga dapat disimpulkan bahwa indikasi terjadinya pipa terjepit disebabkan dari nilai ROP yang menurun. Evaluasi ini dilakukan untuk pencegahan terjadinya lost circulation dan upaya penanganan kehilangan lumpur pada saat melakukan pemboran
No other version available