Art Original
Desa Alai Dan Sekitarnya Kecamatan Tebing B Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau
Desa Alai terletak di pesisir pulau Tebing Tinggi dengan kehidupan penduduk bergantung kepada air tanah sebagai sumber air bersih yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Namun, air tanah dangkal dipemukiman penduduk yang jaraknya relatif dekat dengan laut memiliki rasa payau hingga asin, memiliki bau yang tidak sedap dan menyebabkan karat pada peralatan rmah tangga, sehingga tidak layak untuk digunakan karena tidak memenuhi standar baku mutu baik dari parameter fisika dan kimia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran dan aliran air tanah dangkal, memetakan kualitas air tanah dangkal di daerah penelitian berdasarkan parameter fisika dan kimia, memetakan kelayakan kualitas ai rtanah dangkal, mengetahui litologi di daerah penelitian dan fasies air tanah dangkal. Hasil pengukuran parameter fisika – kimia dibandingkan dengan Permenkes No.492 Tahun 2010 yang merupakan standar kualitas air minum dan Permenkes No.32 Tahun 2017 tentang standar kualitas air bersih untuk kebutuhan hyegiene dan sanitasi. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan warna air tanah di daerah penelitian jernih (6%), keruh (40%), kuning (27%), dan coklat (27%) Rasa air tanah di daerah penelitian tidak berasa (27%), payau (13%) besi (13%) dan asin (47%). TDS air tanah di daerah penelitian berkisar antara 482 – 2180 mg/L. DHL air tanah berkisar 788 – 3490 ?S/cm.pH air tanah berkisar 5 – 9,08. Kadar Fe air tanah berkisar 0,476–8..99 mg/L. Kadar Mn air tanah berkisar 0,02– 0,80 mg/L. Analisis diagram Piper yang dilakukan diuji untuk mewakili daerah penelitian menunjukkan tipe Na+K+Cl+SO4 dan Cl-SO4, dengan kelayakan air yang tidak layak untuk dikonsumsi dan digunakan, serta litologi jenis lempung dan gambut yang mengandung besi dan dan mangan.
No other version available