Art Original
Hubungan Antara Konflik Peran Dengan Kepuasan Pernikahan Pada Wanita Yang Bekerja
Pada saat biaya hidup yang semakin mahal wanita ingin terlibat dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan bekerja. Sekarang, wanita memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam segala bidang kerja, dan peran suami dalam keluarga adalah sebagai kepala rumah tangga dan memenuhi kebutuhan anggota keluarganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konflik peran dengan kepuasan pernikahan pada wanita yang bekerja, karakteristik responden adalah wanita yang bekerja dan memiliki anak. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Subjek penelitian adalah 93 responden di beberapa sekolahan SMP dan SMA di kerinci kanan Riau dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner skala Konflik Peran dari Pratama (2018) sebanyak 24 aitem dan Kepuasan Pernikahan dikembangkan oleh Batubara (2017) sebanyak 50 aitem. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi dengan bantuan program IBM Statistical Product and Service Solution (SPSS) 22.00 untuk Windows. Hasil pengolahan data diperoleh skor R = -0,741 dengan kategori ada hubungan yang negatif dan signifikan antara konflik peran dan kepuasan pernikahan. Untuk melihat dari kontribusi konflik peran terhadap kepuasan pernikahan yaitu sebesar R2 = 0,549 hal ini diartikan bahwa sebesar 59,9% kepuasan pernikahan dipengaruhi oleh konflik peran. Sedangkan sisanya 45,1% (100%-54,9%) dipengaruhi oleh faktor lainnya. Artinya terdapat hubungan yang negatif dan signifikani antara konflik peran dengan kepuasan pernikahan, semakin tinggi konflik peran maka kepuasan pernikahan akan semakin rendah dan sebaliknya, semakin rendah konflik peran maka kepuasan pernikahan akan semakin tinggi.
No other version available